Sebagian Besar Kebakaran Terjadi akibat Korsleting Listrik

Intan Fauzi
09/6/2015 00:00
Sebagian Besar Kebakaran Terjadi akibat Korsleting Listrik
(ANTARA/M AGUNG RAJASA)
PENYEBAB tertinggi kebakaran di Jakarta diakibatkan oleh korsleting listrik. Tercatat, 323 kejadian kebakaran diakibatkan oleh listrik dari 439 kejadian sepanjang Januari hingga Juni 2015.

''Penyebab kebakaran karena listrik paling tinggi, ada 323 kejadian,'' kata Kepala Sie. Partimnas Dinas PKPB DKI Jakarta Saipuloh.

Sisanya, 36 kejadian diakibatkan oleh kompor, 13 kejadian oleh rokok, dan 67 kejadian dengan penyebab lainnya.

Menurut Saipuloh, tingginya angka kebakaran karena korsleting listrik disebabkan banyaknya masyarakat yang menggunakan alat abal-abal sehingga arus pendek mudah terjadi.

''Masyarakat tidak menggunakan peralatan listrik yang tidak standar. Itu yang bisa menimbulkan kebakaran,'' terang Saipuloh.

''Kemudian menggunakan stop kontak yang bertumpuk dan meninggalkan peralatan listrik dalam posisi hidup,'' sambungnya.

Dari data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (PKPB) DKI Jakarta, ada 56 titik rawan kebakaran di Jakarta. Titik-titik tersebut merupakan wilayah kelurahan padat penduduk sehingga jika terjadi kebakaran api mudah sekali menyebar.

''Tercatat di kita ada 56 titik rawan kebakaran. Kalau dilihat dari data itu menunjukkan daerah-daerah tersebut merupakah daerah padat hunian,'' kata Kepala Sie. Partimnas Dinas PKPB DKI Jakarta, Saipuloh, kepada Metrotvnews.com di kantornya Jalan K.H. Zainul Arifin, Jakarta Pusat, Jumat (5/6/2015).

Titik rawan kebakaran

Berikut adalah daerah-daerah yang rawan kebakaran di Jakarta

1. Jakarta Pusat: Tanah Tinggi, Galur, Kebon Kosong, Karang Anyar, Kebon Melati, Kebon Kacang, Jati Bunder, Kramat.

2. Jakarta Utara: Penjaringan, Kamal Muara, Kapuk Muara, Pademangan Barat, Cilincing, Kali Baru, Sukapura, Warakas, Kebon Bawang, Koja.

3. Jakarta Barat: Krendang, Kali Anyar, Jembatan Besi, Tambora, Duri Utara, Kapuk, Cengkareng, Kota Bambu Selatan, Kota Bambu Utara, Palmerah Barat, Tangki, Jelambar Raya, Semanan, Kalideres.

4. Jakarta Selatan: Manggarai Selatan, Manggarai, Bukit Duri Selatan, Pejaten Timur, Mampang Prapatan, Cipete Utara, Gandaria Utara, Kebayoran Lama Utara, Petukangan Utara, Petukangan Selatan, Grogol Utara, Karet Belakang, Pancoran.

5. Jakarta Timur: Jatinegara Kaum, Kayu Manis, Lubang Buaya, Halim, Kampung Makasar, Kebon Pala, Kramat Jati, Kampung Tengah, Susukan, Ciracas, Gedong.

Dari keseluruhan kelurahan yang menjadi titik rawan kebakaran, Kelurahan Kota Bambu Utara memiliki jumlah RW rawan kebakaran terbanyak, yakni 12 RW dari RW 001-012. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya