Pemprov DKI Dianggap Tidak Serius Susun Anggaran

Tosiani
28/8/2018 19:18
Pemprov DKI Dianggap Tidak Serius Susun Anggaran
(Ilustrasi)

ANGGOTA DPRD Provinsi DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan Syahrial menilai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak serius dalam menyusun pengajuan anggaran pendapatan dan belanja daerah 2018 yang dibahas pada 2017.

"Pemda tidak serius waktu nyusun pengajuan anggaran. Terbukti banyak proyek yang tidak bisa dilaksanakan dengan berbagai alasan," ujar Syahrial pada rapat badan anggaran (banggar) untuk membahas APBD perubahan di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (28/8).

Syahrial menyontohkan, ada proyek yang tidak bisa dilaksanakan dengan alasan berada di bawah lokasi tegangan tinggi. Hal itu mestinya sudah diperhitungkan melalui survei lokasi sebelum rencana anggaran diajukan.

"Ada alasan proyek tidak bisa dilaksanakan karena di bawah tegangan tinggi. Apa waktu mau merencanakan tidak disurvei dulu?Mengajukan anggaran harus sudah selesai koordinasi di internal pemda dulu," ujar Syahrial.

Contoh lainnya, kata Syahrial, ada proyek yang tidak bisa dilelang lantaran belum ada penghapusan aset. Alasannya, proses penghapusan aset tersebut butuh waktu empat hingga enam bulan.

"Pertanyaan saya, apa tidak bisa dipersingkat? Saya sudah tanya inspektorat, dengan Pak Michael, katanya tentu saja proaes penghapusan aset itu bisa dipersingkat,"ujar Syahrial.

Penganggaran yang tidak terencana itu, katanya, akan berdampak pada terhambatnya proyek-proyek yang sudah ditetapkan. Untuk mengantisipasi agal hal serupa tidak terulang lagi pada penganggaran berikutnya, Syahrial berencana memanggil dinas terkait untuk koordinasi.

"Itu menghambat proyek-proyek yang sudah kita tetapkan. Agar tidak seperti ini lagi. Ke depan kita akan undang Dinkes, Disdik, DPPKAD dan Bapeda untuk duduk bersama, supaya 2019 tidak seperti ini," katanya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya