Operator Transjakarta tak Becus, Ahok Ancam Potong Subsidi

Lukman Diah Sari
04/6/2015 00:00
Operator Transjakarta tak Becus, Ahok Ancam Potong Subsidi
( MI/Galih Pradipta)
SEBANYAK 130 pramudi Transjakarta di bawah operator PT Jakarta Mega Trans (JMT) sempat melakukan aksi mogok, demi menuntut kenaikan upah.

Sementara itu, Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama menyatakan, akan memberikan sanksi untuk operator yang kedapatan tak memenuhi standar.

"Pasti ada sanksi, kita akan potong duitnya (subsidi). Ada dendanya," ujar pria yang karib disapa Ahok itu, di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (4/6).

Selanjutnya, sanksi tegas bakal diberlakukan dengan memberhentikan operator bus tersebut bila kembali mengulangi kesalahan.

"Kalau dia (operator) berikutnya seperti itu lagi, kita tidak mau memakai dia (operator). Ini saya sudah bilang ke semua operator," ucapnya.

Ahok bahkan mengancam balik pihak operator. Agar tak macam-macam dengan Pemeprov DKI.

"Kalian jangan ngancam DKI. Karena DKI sekarang dipimpin (orang) yang tidak korupsi," tegasnya.

Dijelaskan Ahok, pihaknya bisa membeli semua bus Transjakarta. Pasalnya banyak uang yang dimiliki DKI. Dia pun kembali membandingkan dengan penggunaan anggaran untuk UPS.

"(duit) Kita banyak kok. Kalau Kopami-Kopaja Rp500 juta saya bisa beli 1.000 unit Rp1 miliar. Jangankan itu, Rp1 triliun bisa, beli UPS saja Rp 1,2 triliun. Jangan ngancam DKI. Kalau Anda ngancam DKI kita makan bisnis Anda," tukasnya.

Ahok berujar bahwa dalam kontrak-kontrak lama, tidak dicantumkan pasal soal kemungkinan Pemprov DKI mengambil alih tersebut. "Tapi dalam kontrak baru masing-masing operator bakal dicantumkan. Kita mau di kontrak yang baru (dicantumkan) begitu Anda mogok, kami akan mengambil alih bus anda," ucap Ahok.

"Begitu operator menyatakan tidak sanggup mengoperasikan bus ini, maka Transjakarta akan mengambil alih, lalu kami akan menyediakan sopir," imbuhnya.

Imbuh Ahok, pihaknya terbuka, bila ada operator baru yang akan bergabung mengikuti lelang. "Kita terbuka, makanya kita dorong harga. Kalau kamu masukin bus yang bagus, ya lebih mahal," tuturnya. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya