Pembangunan Sekolah di Jakarta Barat Molor

Yahya Farid Nasution
28/5/2015 00:00
Pembangunan Sekolah di Jakarta Barat Molor
(MI/Atet Dwi Pramadia)
PROYEK pembangunan gedung sekolah SMP 197 Kedoya dan SDN 01 DuriKepa Pagi mangkrak. Hingga saat ini, kedua bangunan itu masihdalam tahap konstruksi. Molornya penyelesaian pembangunan beberapa sekolah itu terkendala alokasi anggaran yang belum cair.

Rangka bangunan SMP 197 yang terletak persis di belakang Makam Sultan Kerajaan Mataram terakhir dibangun pada Oktober-Desember

2014. Pembangunan gedung sekolah 18 kelas ini akan dilanjutkan pada Juli 2015. Rencananya, proyek pembangunan gedung empat lantai ini akan selesai dalam waktu enam bulan ke depan.

"Pembangunan terhenti karena anggaran 2014 sudah habis. Kami dapat informasi anggaran APBD 2015 akan cair Juni mendatang. Kami berharap agar pembangunan cepat selesai," ujar Wakil Kepala Sekolah SMP 197 Rusli kepada Media Indonesia, di Kedoya, Jakarta Barat.

Rusli menjelaskan akibat molornya pembangunan gedung sekolah, murid dan guru sekolah terpaksa menumpang gedung sekolah lainuntuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Sekitar 600 siswa SMP 197 terpaksa bersekolah usai murid SDN 04-SDN 05 Kedoya Pagi, dan SDN 04 Kedoya Selatan selesai.

"KBM kita pukul 12.30 - 17.30 WIB. Kita pecah tiga. 10 kelas di sebelah (SDN Kedoya Pagi), dan 7 kelas di SDN Kedoya Selatan," jelas dia.

Rusli menuturkan, SMP 197 dibangun ulang karena hampir seluruh bangunan fisik sudah rusak. Beberapa ruang gedung satu lantai yang dibangun tahun 1979 itu sempat diberi tiang penyangga agar tidak roboh.

"Saya sendiri sudah pernah jadi korban. Saat rapat guru, saya hampir ditimpa kipas angin karena dinding bangunan miring," tutur dia.

Rusli mengakui butuh waktu yang sangat lama untuk meminta merekonstruksi gedung sekolah. "Sudah sejak tahun 2000. Bersyukur akhirnya tahun ini sudah bisa dibangun," kata dia.

Salah satu siswa, Rani, 13, mengaku kurang nyaman bersekolah menumpang di gedung SD. Selain karena masuk siang, bangku dan meja dirasakan terlalu kecil. "Namanya numpang, enggak kayak di sekolah sendiri," tutur Rani.

Di SDN 01 Duri Kepa Pagi, selama sekolah dibangun, 210 siswa dan 10 guru menumpang di SDN 11 dan 12 Duri Kepa. Siswa SDN 01 Duri Kepa mendapat jatah masuk siang pukul 12.30-17.00. "Harapan kami pembangunan gedung segera selesai. Karena kurang nyaman masuk siang," tukas Kepala SDN 01 Duri Kepa Syamsidah. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya