YLKI: Hasil Uji Beras Plastik Beda, Masyarakat akan makin Bingung

Damar Iradat
27/5/2015 00:00
YLKI: Hasil Uji Beras Plastik Beda, Masyarakat akan makin Bingung
(ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)
KAPOLRI Jendral Badrodin Haiti dan Badan Penanganan Obat dan Makanan(BPOM) menyatakan hasil uji lab menunjukkan tak ditemukan senyawa plastik dalam beras yang diuji PT Sucofindo.

Padahal, sebelumnya Pemerintah Kota Bekasi bersama PT Sucofindo menyatakan positif adanya senyawa plastik dalam beras milik Dewi

Setiani.

"Dari hasil pemeriksaan di Sucofindo positif. Tapi di Puslabfor, BPOM, dan laboratorium Kemendag dan Kementan, negatif. Tidak ada unsur plastik," kata Badrodin Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (26/5)

Lantaran ada perbedaan, Polri dan Kementan kemudian mendatangi laboratorium Sucofindo untuk mengambil sampel, kemudian diuji lagi di BPOM dan Puslabfor.

"Setelah diperiksa di BPOM dan Puslabfor hasilnya negatif. Kami simpulkan beras plastik tidak ada," jelas Badrodin.

Perbedaan temuan hasil uji lab ini, menurut Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Tulus Abadi, malah akan semakin membingungkan masyarakat.

"Masyarakat malah akan tambah bingung. Kalau memang tidak ada, ya bagus, tapi jadi belum bisa meyakinkan masyarakat soal beras plastik," imbuh Tulus.

Tulus menilai jika ada perbedaan antara temuan Polri dan BPOM dengan Pemkot Bekasi dan Sucofindo, maka dibutuhkan opini pihak ketiga dari lembaga independen.

Sebelumnya, Pemkot Bekasi mengumumkan dalam hasil uji lab yang dilakukan PT Sucofindo ditemukan senyawa plastik berbahaya. Dalam temuan itu diidentifikasikan adanya senyawa polyvinyl chloride, bahan baku pipa plastik.

Selain itu, ditemukan juga positif mengandung senyawa BBP (Benzyl Butyl Phtalate), DEHP (Bis (2-ethylhexy phtalate), DINP (diisonony phtalate). Senyawa tersebut identik dengan pelentur bahan polyvinyl.

Polresta Bekasi hingga kini masih belum menentukan arah penyelidikan kasus beras plastik.

"Kami belum menerima arahan dari Kapolri untuk tindaklanjuti kasus beras plastik ini," ujar Kabag Humas Polresta Bekasi AKP Siswo, Rabu (27/5).

Sementara itu, Wali Kota Bekasi Rahmat Efendi mengaku tak ambil pusing dengan hasil uji beras plastik yang berbeda itu.

"Apa yang kita lakukan kemarin adalah langkah preventif terhadap keresahan masyarakat. Proses sudah kita lakukan," ujar Rahmat, Rabu (27/5).

"Kalau perosalan perbedaan hasil yang dikeluarkan oleh BPOM dan Sucofindo, maupun Kemendag tentunya yang paling mengetahui orang lab atau ahli kimia," lanjut dia.

Rahmat berpegang pada prinsip selaku kepala daerah agar warganya tak ada yang dirugikan. Untuk itu, menurut Rahmat, pada Kamis pekan lalu bersama PT Sucofindo, dia mengambil langkah cepat untuk sosialisasi ke masyarakat.

"Tujuannya jelas, agar masyarakat berhati-hati dalam bertransaksi, mengkonsumsi beras yang ada. Kedua, karena situasi seperti itu tentu ada tindak lanjut, pemkot Bekasi akan sediakan penyidik dari PNS untuk kegiatan seperti itu," papar Rahmat. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya