SEBANYAK 61 Pengantin menjadi korban penipuan Wedding Organizer dan beberapa di antara mereka gagal menikah. Tiga korban melaporkan kemarin ke Polsek Cengkareng setelah mengetahui menjadi korban penipuan.
Menurut Wakapolsek Cengkareng AKP M Marbun, tiga orang berstatus korban, sisanya menjadi saksi. "Karena banyak jumlah korbannya, jadi hanya tiga yang dijadikan pelapor, sisanya jadi saksi," ujar Marbun di Polsek Cengkareng, Jumat (22/5).
Marbun mengatakan Wedding Organizer yang melakukan penipuan itu bernama Wawai Bride yang berlokasi di Ruko Mutiara Taman Palem, Kelurahan Cengkareng Barat, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat.
"Pemilik agen bernama Bulan Sri Wulan Sibarani,44. Kami sedang buru tersangka," ujarnya.
Marbun menambahkan penipuan ini merugikan Rp 5 miliar dari total keseluruhan korban. "Rp5 M kira-kira total kerugian. Setiap korban berbeda-beda kerugiannya. Ada yang sudah lunas pembayaran, ada yang baru DP," papar Marbun.
Saat ini Polsek Cengkareng masih memburu tersangka. Menurut Wakapolsek Cengkareng, tersangka terakhir kali terlihat menggunakan mobil di sekitar lokasi ruko. "Terakhir terlihat di area ruko oleh warga," pungkasnya.
Sering pindah lokasi Dikatakan, WO ini terakhir berpindah tempat dari Taman Palem ke Kalideres. "Sekitar tiga bulan lalu WO ini pindah dari lokasi di Ruko Mutiara Taman Palem, Kelurahan Cengkareng Barat, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, ke Kalideres. Diduga mereka pindah menghindari korban yang ditipu," papar Marbun.
Marbun menuturkan sebelumnya WO ini pernah berada di luar kota Jakarta. "Sering pindah lokasi, pernah pula di luar Jakarta. Korban juga ada yang berasal dari luar Jakarta, seperti Tangerang, Bekasi," katanya.
Polsek Cengkareng sejauh ini sudah memeriksa 5 saksi. Kapolsek Cengkareng Kompol Sutarjono mengatakan lima saksi yang sudah diperiksa termasuk tiga pelapor. "Saksi sudah ada lima total. Ada 3 dari pelapor yang menjadi korban penipuan, 2 dari karyawan WO ini," paparnya.
Sutarjono menambahkan, olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) masih dilakukan sampai dengan saat ini. "Olah TKP masih kita lakukan. Siapa tahu kita dapat bukti baru. Tapi sampai dengan saat ini belum ada (bukti baru). Kita akan mencari info lagi," tutur Kapolsek. (Q-1)