Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
LIGHT rail transit (LRT) rute Velodrome-Kelapa Gading dipastikan tidak akan beroperasi secara komersil saat Asian Games 2018. Meskipun begitu, Direktur Utama PT Jakarta Propertindo Dwi Wahyu Darwoto menjanjikan LRT tersebut beda kualitas dengan yang ada di Palembang, Sumatra Selatan.
"Jangan dong (mogok), makanya diujicoba. Mudah-mudahan tidak lah. Beda kualitasnya," ujar Dwi di DPRD DKI Jakarta, Senin (13/8).
Menurut Dwi, uji operasi akan dilakukan selama tiga bulan. Sebab, uji coba operasi harus dilakukan selama minimal 1.000 jam hingga maksimal 2.000 jam. Kontrak antara PT Jakarta Propertindo dengan PT Wijaya Karya selaku kontraktor pun baru berakhir pada Desember 2018 mendatang. "(Uji operasi) lama, gini loh daripada mogok kayak di Palembang," tutur Dwi.
Selama uji coba, masinis LRT juga akan didampingi oleh masinis dari PT Kereta Api Indonesia yang sudah memiliki sertifikat. Uji coba sekaligus untuk menambah jam terbang masinis LRT.
"Untuk masinisnya sendiri pun tetap didampingi, meskipun yang anak-anak muda kita sudah punya sertifikat. Ya kan namanya juga jam terbang," jelas Dwi.
Gerbong kereta LRT Velodrome-Kelapa Gading didatangkan dari Korea Selatan. Keenambelas kereta beserta suku cadang dan garansinya dibeli dari pabrik Hyundai Roterm dengan harga sekira Rp423 miliar. Kereta LRT mempunyai lebar gandar 1.435 mm yang biasa disebut standard gauge. Ukuran tersebut menjadi standar di dunia perkeretaapian dunia.
Terkait operasional LRT Velodrome-Kelapa Gading yang tidak beroperasi sesuai target saat Asian Games 2018, Dwi justru balik bertanya.
"Saya tanya balik, Asian Games itu untuk apanya? Itu cuma 5,8 kilometer, jadi cuma dari Wisma Atlet ke Kelapa Gading turun naik terus naik LRT gitu? Ya ngapain," ujar Dwi.
Hingga Kamis sore, Pemprov DKI belum menerbitkan izin uji operasi untuk LRT Velodrome-Kelapa Gading. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta menuturkan masih menunggu terbitnya sertifikat uji kelayakan dan rekomendasi uji operasi dari Kementerian Perhubungan. Tanpa kedua dokumen tersebut, izin uji operasi tidak bisa diterbitkan.
LRT mulanya ditargetkan mulai diuji pada 10 Agustus lalu. Namun karena terkendala sertifikasi, uji operasi akhirnya diundur dan ditargetkan terlaksana pada Rabu (15/8) mendatang. (OL-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved