Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA orang sekawanan perampok bersenjata api masuk ke Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Karawaci di Jalan Taman Cisadane, Kota Tangerang, Banten, Kamis (9/8) dini hari. Selain membekap Sutikno, 38, kasir RPH tersebut, kawanan penjahat juga membawa kabur uang tunai sebesar Rp1 miliar lebih.
Berdasarkan hasil rekaman kamera pengintai (CCTV) yang diamankan oleh pihak Polres Metro Tangerang, dua pelaku masuk ke lantai dua RPH dengan cara menjebol atap kamar mandi. Setelah itu, mereka yang menggunakan penutup wajah bersembunyi di sekitar ruangan kasir.
Begitu kasir usai melayani konsumen di lantai satu dan naik ke lantai dua untuk menyimpan uang ke dalam brankas, langsung ditodong dengan senjata api dan disekap dengan cara diikat kedua tangan dan kakinya menggunakan lakban.
Setelah itu, pelaku membawa kabur uang sebesar Rp1 miliar lebih dengan melewati gudang es batu yang ada di bagian belakang RPH.
"Pelaku diketahui lari melewati gudang es batu, karena petugas keamanan di gudang es batu melihatnya," kata Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang, AKBP Deddy Supriyadi, saat memberi keterangan, Kamis siang.
Kemudian, kata Kasat, petugas keamanan itu memberitahukan kepada satpam RPH. Saat dicek, ternyata Sutikno, kasir RPH, ditemukan dalam keadaan terikat.
"Saat itu, Sutikno sedang bertugas sendirian, biasanya dia berdua dengan Mulyadi. Tapi Mulyadi sedang cuti," kata Kasat.
Lebih jauh Deddy menjelaskan, berdasarkan hasil rekaman CCTV, kejadian itu terjadi sekitar pukul 03.45 WIB sesaat RPH baru tutup atau selesai melayani konsumennya. Sedangkan pelaku diperkirakan masuk ke lantai dua sekitar pukul 01.30 WIB. Karena di saat itu pula tiga dari empat CCTC yang ada di lantai dua posisinya sudah berubah.
"Dari empat CCTV, hanya satu CCTV yang tidak berubah, sehinggga ketika mereka membekap korban bisa terlihat," kata Deddy.
Ditanya apakah pelaku itu melibatkan orang dalam, Kasat menjelaskan kemungkinan besar bisa terjadi. Mengingat pelaku yang sudah mengenal lokasi.
"Ya kita lihat nanti saja. Karena ini masih dalam penyelidikan petugas," kata Kasat. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved