Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA perusahaan operator penyedia air bersih Jakarta mulai gotong royong atasi kekurangan air jelang musim kemarau. PT Aetra yang pasokan airnya tidak terpengaruh musim kemarau membantu PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) memasok air dari sumber air baku dam Jatiluhur, Jawa Barat.
Direktur Operasional PT Aetra Lintong Hutasoit mengatakan, malam kemarin, Rabu (8/8), pihaknya menambah pasokan air kepada pelanggan Palyja di wilayah Jakarta Barat. Aetra mengalirkan air sebanyak 50-70 liter per detik (lps) kepada Palyja. Pasalnya, sumber air baku Palyja dari Kali Krukut mulai berkurang.
“Kalau ada gangguan begini kami bantu tambah supply air ke Palyja. Tadi malam alirkan air sedikit sebesar 50-70 lps ke Palyja untuk kekurangan air baku mereka,” kata Lintong saat dihubungi, Kamis (9/8).
Penurunan pasokan air Palyja sudah terdeteksi sejak awal Agustus lalu. Dari hasil penelitian terpantau konsentrasi ammonium di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Cilandak, Jakarta Selatan sudah melebihi ambang batas maksimum. Dengan berkurangnya jumlah air hujan, artinya jumlah ammonium akan semakin kental. Alhasil, kualitas air menurun.
Lintong mengatakan, pasokan air Aetra di wilayah layanannya, yakni seluruh Jakarta Timur, sebagian Jakarta Utara dan sebagian kecil Jakarta Pusat tidak terpengaruh musim kemarau. Sumber air baku di dam Jatiluhur masih aman. Berbeda dengan Palyja yang 65% pasokan air mengambil dari Jatiluhur.
“Kita ini beruntung punya Dam Jatiluhur karena sumber air baku Aetra Jakarta 100% dari Jatiluhur. Jadi airnya hingga sekarang masih cukup. Ketika kemarau panjang 2015 akibat el nino kami tidak kekurangan air,” kata Lintong.
PT Aetra sendiri memiliki 450 ribu pelanggan di seluruh wilayah Jakarta. PT Aetra memiliki dua IPA, yakni di Buaran dan Pulo Gadung. Sementara, Palyja
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim kemarau mulai masuk ke wilayah Jakarta sejak bulan Mei. Akibatnya, Palyja menurunkan produksi air agar kualitas air tetap terjaga. Dari semula produksi sebesar 400 liter per detik (lps) menjadi 250 lps. (OL-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved