Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kota Depok akan mengadopsi langkah DKI Jakarta dalam memberlakukan sistem ganjil-genap bagi kendaraan bermotor di Jalan Margonda, Pancoran Mas. Pemberlakuan sistem ganjil-genap tersebut diwacanakan berlaku setiap Sabtu dan Minggu.
Wali Kota Depok Idris Abdul Shomad menyebutkan pemberlakukan sistem ganjil-genap tersebut diharapkan dapat mengurai kepadatan kendaraan di Jalan Margonda.
"Mengingat pada akhir pekan, ruas Jalan Margonda kerap macet sejak pagi hingga malam disebabkan pergerakan kendaraan banyak yang menuju ruas jalan protokol tersebut, “ kata Idris Kamis (9/8).
Dari data yang didapatnya dari Dinas Perhubungan Kota Depok, pergerakan orang di Kota Depok pada hari biasa sebanyak 58% ada di luar Kota Depok. Sedangkan sisanya, 42% berada di dalam Kota Depok. Namun pada akhir pekan, pola tersebut berubah.
“Hampir semua pergerakan ada dalam Kota Depok. Ini yang menyebabkan terjadinya tumpukan kendaraan pada akhir pekan,” ujar Idris.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok Dadang Wihana mengaku kondisi Jalan Margonda sudah tidak lagi ideal menampung kendaraan, sehingga terjadi kepadatan di jalan. Sedangkan idealnya VC Ratio adalah 0,5. Selain itu, pemerintah juga sudah tidak mungkin lagi untuk menambah lebar Jalan Margonda sehingga yang dilakukan adalah melakukan rekayasa yang visibel.
“Dinas Perhubungan sudah diintruksikan untuk melakukan kajian mengurai kemacetan di Kota Depok, salah satunya adalah ganjil genap. Saat ini masih dalam proses dan ditargetkan akhir bulan ini selesai finalisasi kajian,” paparnya.
Setelah kajian selesai, selanjutnya akan dilakukan uji publik dan diskusi untuk evaluasi. Barulah nanti didapat kebijakan yang tepat mengatasi kemacetan yang ada di Depok. Nantinya, dimungkinkan tidak semua Jalan Margonda akan diberlakukan ganjil genap.
“Margonda kan ada tiga segmen. Bisa saja nanti hanya segmen tertentu yang diterapkan ganjil genap. Nah ini masih kita kaji secara keseluruhan. Tentunya nanti kita kaji dari berbagai aspek termasuk ekonomi dan sosial,” ungkapnya. (OL-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved