PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta mendapatkan hibah truk sampah sebanyak lima unit dari PT Pelindo II. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok akan menempatkan kelima truk sampah ini di wilayah Jakarta Utara.
Ahok mengatakan pengawasan akan dilakukan secara berjenjang dari mulai lurah, camat hingga wali kota. Tiap truk pun harus dipasang alat pelacak lokasi atau global positioning system (GPS) untuk mendeteksi lokasi truk. Ini adalah langkah pencegahan agar truk bisa terlacak dan tidak disalahgunakan oleh sopir. Letak truk yang sedang beroperasi maupun tidak akan langsung terintegrasi dan terlihat di situs Jakarta Smart City sehingga bisa diketahui oleh masyarakat luas.
"Ini khusus untuk Jakarta Utara. Kita mau pasang GPS untuk kontrol semua dan harus masuk ke Smart City, jadi masyarakat bisa tahu persis truk sampah kemana saja," kata Ahok di Balaikota, Senin (11/05).
Sementara itu, Pemprov DKI Jakarta sendiri tahun ini akan melakukan pembelian truk sampah sebanyak 380 unit. Pembelian ini dimaksudkan agar Dinas Kebersihan tidak lagi melakukan penyewaan jasa operator untuk melakukan pengangkutan sampah serta pengerukan sampah di sungai-sungai.
Sistem swakelola ini harus dilakukan untuk efisiensi dana. Sebab, Ahok melihat pada masa sebelumnya, dana yang dikeluarkan untuk menyewa jasa operator untuk mengangkut sampah oleh Dinas Kebersihan mencapai Rp400 miliar. Dana sebesar itu, dikatakan Ahok, cukup untuk mengadakan truk sampah hingga 800 unit.
"Kalau kamu punya Rp400 miliar untuk sewa, kalau beli itu bisa dapat berapa? 800 unit lho. Itu dengan estimasi harga Rp500 juta per truk. Makanya saya bilang beli saja 800 unit suruh keliling angkut sampah sampai ke kampung-kampung," ujar Ahok. (Q-1)