Anies Dinilai Percantik DKI tanpa Konsep

(Nic/J-2)
04/8/2018 07:45
Anies Dinilai Percantik DKI tanpa Konsep
( ANTARA FOTO/Reno Esnir)

SENIMAN Bandung mengkritisi upaya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang dinilai tidak memiliki konsep dalam mempercantik Jakarta menjelang Asian Games 2018. Dalam status di akun Facebook-nya, seniman Achmad Tardiyana menyebut ada banyak cara untuk mewarnai kota. Di Jakarta, tidak ada kolaborasi yang melibatkan seniman untuk itu.

'Banyak cara mewarnai kota, tapi sebaiknya berkolaborasi dengan orang-orang yang sangat ahli di bidangnya, terutama para seniman. Berikan ruang, infrastruktur, dan elemen kota lainnya sebagai kanvas, lalu biarkan para seniman meresponnya. Hasilnya tentu akan lebih artistik dan memperkaya kualitas visual kota', tulis Achmad dalam Facebook-nya

Untuk kasus Jakarta, tulis Achmad, Anies Baswedan sebagai gubernur mestinya dengan mudah mengajak seniman-seniman Jakarta atau Institut Kesenian Jakarta

(IKJ) berkolaborasi. Apalagi, di belakang Anies ada Marco Kusumawijaya, mantan Ketua Dewan Kesenian Jakarta.

'Kota sebesar dan sepenting Jakarta bahkan sebaiknya sudah pantas memiliki semacam design trust for public space supaya tidak muncul meme lucu yang tidak perlu. Buat saya pribadi persoalan ini bukan persoalan remeh karena buat masyarakat awam dan pengunjung sebuah kota, yang pertama dilihat dan memberikan impresi pertama kan hal-hal semacam ini', tulis Achmad.

Upaya mempercantik Jakarta menjelang Asian Games telah dilakukan Anies dan jajarannya. Namun, upaya yang mereka lakukan menuai kritik para warganet, seperti baru-baru ini separator yang dicat warna-warni. Separator itu mendapatkan pertanyaan dari Mabes Polri seputar keamanannya.

Kritik lain soal sejumlah fasilitas yang digambari mural. Ada yang bergambar logo Asian Games, ada pula yang bergambar wajah Anies. Namun, beberapa gambar wajah Anies ramai dicemooh di media sosial lantaran tidak mirip dengan aslinya.

Ketika mengomentari kritikan itu, Anies menuturkan pihaknya akan melibatkan seniman mural untuk mempercantik Kota Jakarta. "Insya Allah kita ingin dan kita ada pembicaraan pada beberapa seniman mural. Yang kemarin seniman mural dari ITB," kata Anies di Balai Kota Jakarta, kemarin.

Anies enggan menilai hasil kerja petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) yang banyak menuai kritik di media sosial. "Jangan diprotes, biarkan mereka berekspresi. Kita harus apresiasi," pungkas Anies.

Dipuji Jokowi
Di sisi lain, sejumlah infrastruktur pendukung Asian Games 2018 lainnya mendapat pujian dari Presiden Joko Widodo saat meninjau trotoar di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (2/8) sore.

Presiden didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Anies. Ketiganya berjalan dan menjajal trotoar sejauh sekitar 300 meter, dari depan Hotel Le Meridien hingga Da Vinci Tower.

"Persiapan sudah bagus, artinya sebetulnya fasilitas pelican croosing ini untuk memudahkan masyarakat agar tidak naik terlalu tinggi. Kedua, dari segi estetika jembatan penyeberangan orang (JPO) lebih cantik dan indah. Kalau ada yang belum selesai, karena ini pekerjaan besar, akan dilanjutkan setelah Asian Games," tutur Jokowi.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya