BPS Luncurkan Sensus Ekonomi 2016

Iqbal Musyaffa
08/5/2015 00:00
BPS Luncurkan Sensus Ekonomi 2016
(ANTARA/Wahyu Putro A)
Badan Pusat Statistik (BPS) meluncurkan program sensus ekonomi 2016 untuk mendapatkan jumlah seluruh usaha di sektor ekonomi Indonesia.

Kepala BPS Suryamin mengatakan dengan sensus tersebut dapat diketahui jumlah usaha skala mikro sampai skala besar seperti sektor pertambangan, industri manufaktur, perumahan, perdagangan barang dan jasa dalam dan luar negeri, hingga pedagang kaki lima dan pedagang kelontong, serta sektor usaha lainnya.

“Selain itu juga dapat diketahui jumlah penyerapan tenaga kerja dalam rangka pengurangan pengganguran dan juga jumlah investasi yang ditanamkan. Ini bermanfaaat untuk pemerintah mengembangkan ekonomi,” ujarnya dalam jumpa pers di Kantor BPS, Jakarta, Jum'at (8/5).

Informasi yang didapatkan dalam sensus tersebut juga dapat dijadikan landasan penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan nasional dan regional.

Sensus ekonomi terakhir kali dilakukan pada 2006 dengan pendataan sebanyak 22 juta bidang usaha. Sementara itu, pada sensus pertanian yang lalu terdapat 26 juta bidang usaha pertanian. “Kalau tidak berubah, kita punya total 48 juta jenis usaha yang perlu dibina untuk menggerakkan ekonomi negara. Potensi data ini sangat besar.”

Sensus ini akan dilakukan bertahap hingga 2017. Anggaran yang dibutuhkan pada tahun ini sebesar Rp 379 miliar. Kemudian pada 2016 memerlukan Rp 3,4 triliun untuk penyisiran dari rumah ke rumah seperti yang dilakukan dalam sensus penduduk. Adapun anggaran pada 2017 jauh lebih kecil sehingga total anggaran yang diperlukan sekitar Rp 4 triliun.

Di kesempatan yang sama, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas)/Menteri PPN Andrinof Chaniago mengatakan sebenarnya pendataan dalam sensus ekonomi ini diperlukan setiap lima tahun sekali.

“Tetapi karena keterbatasan sumber daya anggaran, kita ikuti saja untuk dilakukan setiap 10 tahun,” ujarnya.

Ia berharap, pada 2017 data dari sensus ekonomi ini dapat digunakan untuk menyempurnakan rencana pembangunan ekonomi nasional. “Data ini ditunggu oleh banyak pihak,” jelasnya.(Mus/E-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya