Macet Parah, Dampak Penerapan Ganjil Genap dan Penutupan 19 Pintu Tol

Tosiani
02/8/2018 18:54
Macet Parah, Dampak Penerapan Ganjil Genap dan Penutupan 19 Pintu Tol
(ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

DAMPAK dari penerapan perluasan ganjil genap dan penutupan 19 pintu tol menyebabkan kemacetan di sejumlah titik di DKI Jakarta. Kondisi ini pun dikeluhkan oleh masyarakat.

Seperti diungkapkan Heri, 30, seorang warga Bekasi. Setiap pagi, biasanya ia menempuh perjalanan dari Bekasi ke kawasan Thamrin, Jakarta Pusat dengan waktu tempuh sekitar satu jam menggunakan mobil. Namun sejak ada kebijakan ganjil genap, jarak yang sama baru berhasil ia tempuh dalam waktu 1,5 jam.

"30 menit lebih lama dari biasanya. Karena beberapa titik lokasi sekitar area ganjil genap, seperti di daerah Cawang jadi padat. Perjalanan jadi lebih lama seperti tadi pagi. Tapi setelah masuk area ganjil genap jadi lancar. Saya tidak ditilang karena pakai nomor mobil sesuai aturan nomor genap tadi," tutur Heri, Kamis (2/8), di Jakarta.

Hal senada juga diungkapkan Ardhi, 34, seorang warga Kedoya, Jakarta Barat. Perjalanannya dari Harmoni-Tomang ditempuh selama lebih dari 2 jam dengan kendaraan umum. Padahal, kata dia, biasanya dapat ditempuh sekitar 1 jam.

"Macet dua jam dari Harmoni-Tomang sejak pukul 17.00 WIB, banyak yang berdiri. Jalur TransJakarta digunakan kendaraan pribadi. Sampai di persimpangan sebelum mal Taman Anggrek, kernet bus membolehkan sebagian penumpang turun dan beralih ke transportasi lain. Saya turun di perempatan dekat mal Taman Anggrek pukul 19.30 WIB, lalu ke Kedoya beralih naik kopaja ke arah Palmerah," tutur Ardhi.

Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Royke Lumowa mengakui dampak dari ganjil genap memang terjadi kepadatan lalu lintas di sekitarnya, terutama bila ganjil genap di jalan arteri. Ia mencontohkan ganjil genap di Kuningan berdampak pada kepadatan di Saharjo. Hal serupa juga terjadi di arteri Pondok Indah.

"Ganjil genap di arteri pasti ada dampaknya. Seperti kalau di Kuningan, pasti akan terjadi kepadatan di Saharjo ke Pancoran, atau daerah lain karena ada peningkatan kendaraan," ungkap Royke. (OL-7)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya