Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kota Bogor melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, akan menerapkan sistem parkir baru, terminal parkir elektronik (parkir meter).
Sebelum dipermanenkan, Dishub Kota Bogor akan melakukan uji coba terlebih dahulu pada Agustus ini.
Seperti dijelaskan Kadishub Kota Bogor Rakhmawati, uji coba akan dilakukan mulai Agustus hingga Desember mendatang.
Uji coba akan dilakukan di dua titik atau ruas jalan, yakni Jalan Otista dan Jalan Suryakancana. Keduanya berada di Kecamatan Bogor Tengah.
Menurut Rakhmawati, sistem parkir meter ini sebetulnya sudah banyak diterapkan di beberapa daerah di Indonesia. Dengan sejumlah tujuan, Kota Bogor pun akan mencobanya. Saat ini, sistem perparkiran di Kota Bogor masih manual.
"Sistem pembayaran e-money atau cash money ini, beberapa kota di Indonesia sudah menerapkan. Kita juga akan coba terapkan di sini," katanya.
Rakhmawati menyebutkan, selain agar terlihat lebih tertata karena mengusung teknologi kekinian, juga untuk meminimalisasi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bogor.
Untuk tahun ini, PAD Kota Bogor yang berasal dari retribusi parkir, khususnya yang on street parking, ditargetkan sebesar Rp2,5 miliar. Target itu naik sebesar Rp300 juta dari PAD tahun sebelumnya atau 2017 yang sebesar Rp2,2 miliar.
"Untuk tarif yang akan digunakan adalah tarif progresif. Untuk tahap awal akan diuji coba hingga Desember 2018. Jika hasilnya positif, ruas jalan yang lain akan diusulkan menerapkan hal serupa," pungkasnya.
Di kesempatan berbeda, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dishub Kota Bogor Dodi Wahyudin menjelaskan detail tahapannya.
Menurutnya, terkait penerapan sistem parkir meter ini, semua berjalan sesuai jadwal. Saat ini prosesnya atau tahapannya pemasangan alat di dua ruas jalan tersebut.
"Tahapannya sudah sesuaj jadwal. Sekaeang tahapan pemasangan alat. Alatnya kita pasang di trotoar,"kata Dodi kepada Media Indonesia, Selasa (31/7) petang.
Dia menjelaskan, di tahap awal ini, ada 18 alat dengan rincian 3 di ruas Jalan Otista dan 15 di ruas Jalan Suryakancana. Sarana pendukung lainnya yang juga disiapkan adalah kamera CCTV. Selain itu, juga pihaknya mempersiapkan personel yang akan melaksanakan piket pada malam hari.
Tahapan lainnya, lanjutnya, adalah kerja sama dengan dua instansi lainnya yakni Bank Jabar dan Bank Mandiri.
"Untuk pembayaran parkirnya mrlalui Bank Mandiri dan untuk pemasukan PAD-nya kita kerja sama dengan Bank Jabar. Jadi dari Bank Mandiri ke Bank Jabar,"jelasnya.
Dia menjelaskan, untuk proses top up, dapat dilakukan di ritel-ritel layaknya top up kartu e-toll.
Pihaknya berharap, dengan sistem baru ini, pembelajaran bagi warga terkait ketertiban, kedisplinan dan keteraturan.
"Ya selain meningkatkan PAD, meminimalisir tingkat kebocoran, juga pada ruas jalan itu paling tidak bosa meningkatkan kecepatan laju kendaraan," ungkapnya.
Terkait ekses dari kebijakan tersebut, pihamnya pun sudah mengantisipasi. Seperti kelanjutan atau keberadaan sekitar 40 juru parkir di dua lokasi tersebut.
Dia menyebutkan, Dishub akan tetap memperkerjakan juru parkir-juru parkir tersebut untuk membantu.
"Sebanyak 16 juru parkir di dua lokasi dan untuk sisanya akan dialokasikan ke titik-titik lain yang kekurangan juru parkir. Status mereka padat karya. Mereka menjadi Pekerja Kontrak Waktu Terbatas (PKWT) yang akan menerima insentif setiap bulannya," tutupnya. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved