Sering Dikeluhkan Warga, Pemkot Bogor Razia Anak Jalanan

Dede Susianti
31/7/2018 20:32
Sering Dikeluhkan Warga, Pemkot Bogor Razia Anak Jalanan
(ANTARA)

KEBERADAAN anak jalanan (anjal), termasuk anak-anak punk dan pengamen di Kota Bogor saat ini masih banyak. Keberadaannya pun kerap kali dikeluhkan masyarakat, terutama para pengguna angkutan kota (angkot). Dengan kondisi dan cara mereka beroperasi yang meresahkan.

Keluhan itu direspon Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Bogor, dengan merazianya.

Petugas menyisir enam titik lokasi yang sering dijadikan tempat berkumpul para anjal tersebut. Mulai dari Warung Jambu, Kebon Pedes, Tugu Kujang, Jalan Sambu, Baranangsiang, hingga sekitar Mall BTM (Bogor Trade Mal).

Dalam operasi yang dikomandoi Kepala Satuan Herry Karnadi, petugas mengamankan sedikitnya 24 anjal dari berbagai usia.

Herry mengatakan, keberadaan mereka sering dikeluhkan oleh warga, seperti yang selalu masuk dalam layanan pengaduan. Bahkan, tak sedikit juga warga yang melaporkan langsung kepada Walikota Bogor Bima Arya melalui sosial media.

"Keluhannya macam-macam. Bentuk meresahkan yang dialami warga seperti si pengamen yang bertato dan bertindik ini meminta uang secara paksa kepada penumpang. Bahkan, mulut mereka sering bau minuman keras,"ungkap Herry yang didampingi Kepala Bidang Pengendalian dan Operasi Satpol PP Kota Bogor, Dimas Tiko.

Tindakan petugasnya, selain mengamankan anjal yang nongkrong, juga menjaring pengamen yang sedang beroperasi di angkutan umum.

"Kami bekerjasama dengan dinas perhubungan. Mereka yang memberhentikan angkot, kami yang meringkus pengamennya,"katanya.

Usai dijaring, puluhan anjal itu diangkut ke Balaikota Bogor di Jalan Juanda, untuk di data dan dibina. Tampak para anjal itu dihukum sanksi sosial dengan menyanyikan lagu nasional, jalan jongkok hingga membersihkan sampah yang berserakan.

"Yang kami lakukan sekarang adalah tindakan untuk shock therapy. Kami data dan bina agar jera. Jika mereka mengulanginya lagi, kami akan serahkan ke polsek untuk ditindak lebih tegas karena kami tidak memiliki wewenang untuk menahan mereka,"pungkasnya.

Berdasarkan pengakuan para anjal, domisili mereka didominasi warga di luar Kota Bogor. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya