Fungsi JPO Beralih ke Pelican Crossing

Yanurisa Ananta
31/7/2018 04:15
Fungsi JPO Beralih ke Pelican Crossing
(ANTARA)

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan berencana mengubah sejumlah jembatan penyeberangan orang (JPO) dengan pelican crossing. Itu dilakukan untuk memudahkan penyandang disabilitas menyeberang jalan. Juga agar penyandang disabilitas, seperti pemakai kursi roda, bisa dengan mudah menggunakan moda transportasi bus Trans-Jakarta. Pelican crossing ialah penyeberangan pejalan kaki yang dikontrol lampu lalu lintas dan dioperasikan pejalan kaki

Direktur Utama PT Transpotasi Jakarta Budi Kaliwono menyatakan pihaknya sedang mendata JPO mana saja yang bisa dihilangkan untuk kemudian diubah menjadi pelican crossing di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman-Jalan MH Thamrin.

"Nanti kami akan berikan input halte-halte mana saja yang sudah bisa menggunakan pelican crossing," ujar Budi Kaliwono di Balai Kota DKI, kemarin

Budi menyatakan tidak semua JPO akan diubah menjadi pelican crossing. Akan ada titik-titik yang akan memanfaatkan underpass stasiun mass rapid transit (MRT) Jakarta untuk penyeberangan. "Seperti di Bundaran HI kan underpass. Mana yang belum ada underpass kita sama-sama carikan jalan keluarnya," imbuhnya.

Budi mengatakan, selama ini sejumlah pelanggan bus Trans-Jakarta mengeluhkan sulitnya menggunakan moda bagi pengguna kursi roda dan penyandang disabilitas lain. Dengan pelican crossing pihaknya akan menempatkan sejumlah petugas untuk membantu para penyandang disabilitas.

Dengan menggunakan underpass, akan ada eskalator yang memfasilitasi para penyandang disabilitas. "Lewat underpass pasti jalan lebih siap dan rapi. Tidak kena hujan. Saya dengar juga ada eskalator," imbuhnya.

 

Mulai difungsikan

Sementara itu, pelican crossing di Bundaran Hotel Indonesia mulai difungsikan meski belum maksimal. Pelican crossing itu akan menggantikan peran JPO Bundaran HI yang proses pe-robohannya telah dimulai sejak Minggu (29/7) malam.

Pelican crossing menghubungkan pejalan kaki yang menyeberang di depan Plaza Indonesia dan Wisma Nusantara. Pada kemarin pagi, empat petugas dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta bersiaga menyeberangkan pejalan kaki. Pasalnya, meski zebra cross telah tersedia, lampu lalu lintas dan tombolnya masih dalam pro-ses pemasangan. Petugas dishub akan bersiaga selama 24 jam.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menuturkan pengerjan lampu lalu lintas dan tombol nya semestinya bisa rampung kemarin. Pengaturan waktu untuk menyeberang akan disesuaikan dengan arus lalu lintas di area tersebut.

"Sekarang petugas menyeberangkan secara manual. Belum ada (pengaturan) waktu, Harus ada pengaturan waktu yang sesuai dengan arus lalu lintas kendaraan bermotor dan arus lalu lintas penyeberang sehingga penyeberangnya bisa lancar dan lalu lintasnya juga tidak terhambat," ujar Anies di Bundaran Hotel Indonesia, kemarin.

Ke depannya akan tersedia terowongan penyeberangan orang di area itu. Namun, terowongan itu baru berfungsi ketika MRT telah beroperasi.   (Nic/J-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya