Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GUNA mencegah bau dari air Kali Sentiong atau Kali Item tercium hingga ke Wisma Atlet Kemayoran, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana untuk menyemprotkan cairan sejenis pewangi.
Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Teguh Hendrawan mengatakan metode itu didapat dari tim ahli yang menawarkannya.
"Besok (hari ini) kita akan ke lapangan untuk mencoba metode ini. Salah satunya melakukan penyemprotan atau dengan bahan cairan untuk mengurangi bau. Dengan bahan cairan yang mereka miliki kiranya mampu mengurangi bau di sekitar tempat tinggal atlet," jelas Teguh di Balai Kota DKI Jakarta, kemarin.
Ketika ditanya apakah cairan tersebut sama dengan cairan pewangi, Teguh pun membenarkan hal itu. Saat ditanya lebih detail lagi mengenai teknis penyemprotan dan nama cairan pewangi tersebut, Teguh mengaku tidak mengetahuinya karena metode itu ditawarkan tim ahli yang telah mempresentasikan kepada Pemprov DKI.
Menurut rencana, cairan pewangi akan disemprotkan di sekitar Jembatan Marto yang dipasangi waring (jaring penutup) hitam. Upaya memberi pewangi tersebut akan dilaksanakan selama 1,5 bulan hingga Asian Games digelar.
"Kita fokus di situ dulu, panjangnya 700 meter," jelas Teguh.
Dia mengaku sejak kondisi Kali Sentiong yang bau itu ramai dibicarakan, banyak pihak yang datang ke Dinas SDA DKI untuk menawarkan berbagai produk dan metode guna menjernihkan air kali hingga menghilangkan bau.
Di sisi lain, Teguh menjelaskan kendala teknis dalam menangani Kali Sentiong, antara lain sisi kali masih menggunakan parapet dan belum dipasangi dinding turap sehingga bila dikeruk menggunakan alat berat, sisi-sisi kali terancam longsor.
Sementara itu, anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) bidang pengelolaan pesisir, Muslim Muin, mengatakan upaya yang dilakukan pihaknya ialah rekayasa pola hidrolika, yaitu penggantian air dilakukan dengan memanfaatkan aliran saat musim kemarau.
"Ada pasang surut yang akan mendorong polutan ke utara. Kita buka pintu ke arah Kali Item. Polutan itu pindah ke Kali Item, dibuang ke Kali Sunter. Jadi pompanya alami," kata Muslim.
Dengan cara itu, aliran yang penuh polutan akan terganti dengan aliran air dari Kali Ancol. "Meskipun air di Ancol tidak pula bersih, setidaknya lebih baik jika dibandingkan dengan air di Kali Item dan tidak bau," tambahnya.
Jangan diganggu
Terkait dengan pembersihan Kali Sentiong, Gubernur DKI Anies Baswedan menyebut hal itu merupakan kerja bersama antara Pemprov DKI dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
"Yang dibutuhkan sekarang justru kooperasi di lapangan. Teman-teman di lapangan itu bekerja sama, tim Dinas Sumber Daya Air (DKI) dan tim (Kementerian) PU-Pera. Karena itu, jangan ganggu mereka yang bekerja dengan statement-statement dari staf khusus yang tidak bekerja di lapangan, yang tidak membereskan masalah, tapi justru memperumit opini," kata Anies di Balai Kota Jakarta, kemarin.
Sebelumnya, Staf Khusus Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Firdaus Ali, mengkritik langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang memasang waring di Kali Sentiong. Baginya, memasang jaring di atas permukaan sungai ialah tidak lumrah.
Anies menjelaskan upaya mengurangi bau dan membersihkan Kali Sentiong juga telah dibicarakan bersama tim pakarnya.
"Upaya yang dilakukan kemarin diawali pertemuan lintas pakar, waktu itu ada Profesor Muslim Muin. Kemudian ada yang namanya rekayasa pola hidrolika dan dilaksanakan mulai 24 Juli dan 25 Juli," kata Anies. (Nic/Aya/X-11)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved