Minim IPAL, Jadi Penyebab Sungai Jakarta Tercemar

Yanurisa Ananta
27/7/2018 20:31
Minim IPAL, Jadi Penyebab Sungai Jakarta Tercemar
(ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

DKI Jakarta minim Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL Berdasarkan catatan PD PAL Jaya, Jakarta hanya memiliki satu zona yang terbangun infrastruktur IPAL. Hal ini menyebabkan seluruh limbah masyarakat dibuang ‘mentah’ mengalir ke sembilan muara tanpa diolah terlebih dahulu.

Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Ali Maulana membenarkan bahwa mayoritas sungai Jakarta tercemar. Limbah domestik memberi andil besar dalam pencemaran air sungai tersebut.

“Tercemar sebagian besar karena limbah domestik karena saluran air hujan dan limbah di Jakarta jadi satu semuanya larinya ke kali. Warga juga tidak punya septik tank dan IPAL jadi dibuang ke saluran perkotaan limbah bersatu semua,” jelas Ali Maulana saat dihubungi, Jumat (27/7).

Ali menambahkan, limbah domestik Jakarta bisa juga disebabkan karena tercemarnya air bawaan dari hulu. Sehingga, pencemaran air sungai di Jakarta semakin parah, menjadi hitam dan berbau.

Pantauan Media Indonesia, salah satu sungai yang tercemar sampah adalah Pasar Kemayoran, Jalan Kemayoran Gempol, Kemayoran, Jakarta Pusat. Sampah-sampah plastik tampak menumpuk di pinggir badan air. Bau tak sedap juga menyeruak dari sungai yang tidak mengalir itu.

Ali Maulana menjelaskan, pihaknya terus berupaya membersihkan kualitas air Jakarta. Kewenangan pembersihan sampah ada di Dinas Lingkungan Hidup, sementara untuk kualitas air pihaknya pun berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA).

"Kami terus berupaya membersihkan sampah dari kali di Jakarta. Setiap hari." pungkasnya. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya