Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengungkap hasil penggerebekan kosmetik ilegal di kawasan pergudangan Kapuk Muara, Jakarta Utara. Nilai kerugian negara akibat kosmetik ilegal tersebut mencapai Rp11 miliar.
Dari hasil penggerebekan yang dilakukan BPOM bekerja sama dengan pihak Polda Metro Jaya ini, petugas berhasil mengamankan 736 drum berisikan 25 liter bahan dasar krim dan lebih dari 170 ribu produk kosmetik ilegal dari berbagai merek.
"Pada Kamis (26/7) kemarin, kami menyita bahan baku berupa bahan dasar pembuat kosmetik dan ratusan ribu kemasan kosmetik ilegal bernilai 11 miliar," ucap Kepala BPOM, Penny Lukito, di Jakarta, Jumat (27/7).
Sejumlah produk kosmetik ilegal yang disita tersebut terdiri atas berbagai merek, seperti Temulawak day and night cream, yu chun mei serum, kuteks elf aneka warna, dan collagen plus Vit E day and Night Cream.
Menurut Penny, sejumlah produk kosmetik yang ditemukan di wilayah Kapuk Muara ini sama dengan yang sebelumnya berhasil diungkap BPOM di beberapa daerah lainnya, seperti Manado, Pontianak, dan Semarang.
"Saya lihat ini ada keterkaitsn dan masih satu jaringan yang sama dengan yang berhasil kami ungkap sebelumnya di Manado, Pontianak, dan Semarang," ujarnya
Ia pun mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan selalu memperhatikan kode notifikasi dari BPOM sebelum membeli kosmetik.
"Ini juga edukasi bagi masyarakat, jadilah konsumen yang cerdas, cek nomor notifikasi atau ijin edar ke website BPOM," kata dia.
Sementara itu, menurut Kepala Balai Besar POM (BBPOM) DKI Jakarta Sukriadi Darma, hingga kini sudah ada tiga orang yang diperiksa secara intensif terkait kepemilian ratusan ribu kosmetik yang ditemukan di Kapuk Muara ini.
"Ada tiga orang yang kami periksan, tapi saat ini statusnya masih sebagai saksi," kata dia.
Sukriadi menjelaskan, pihaknya masih terus mendalami kasus ini dan tidak hanya fokus terhadap ketiga orang yang telah dimintai keterangan itu, namun juga akan terus memburu dalang dibaliknya.
"Akan kami mapping lebih jauh lagi, karena kami juga temukan di sejumlah daerah, masih terus kami cari hulunya, karena selama ini yang kami temukan hanya gudang, tidak ada fasilitas produksinya," ucapnya. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved