Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Teguh Hendrawan membantah bila upaya pembersihan Kali Item baru dilakukan belakangan ini menjelang Asian Games. Dalam prosesnya, ada kendala teknis dalam menangani Kali Item dengan cara mengeruknya. Saat ini, Pemprov DKI kini membuat rekayasa hidrolika di kali tersebut.
"Kalau dikatakan upaya baru sekarang sebenernya enggak, kita yang namanya dari mulai pembangunan awal Wisma Atlet, bahkan pada saat peresmian, pada saat itu kita sudah bekerja di sana," kata Teguh di Balai Kota Jakarta, Jumat (27/7).
Teguh menuturkan ada sejumlah kendala teknis dalam menangani Kali Sentiong. Sisi Kali Sentiong masih menggunakan parapet dan belum dipasangi sheet pile (dinding turap). Bila dikeruk menggunakan alat berat maka sisi-sisi kali terancam longsor.
"Permasalahannya kita sudah menghitung kekuatan yang ada di Kali Sentiong, makanya kita mengeruk sedimen lumpur tidak berani melakukan di Kali Sentiong karena di sana belum dipasang sheet pile, masih parapet. Kalau kita lakukan dengan alat berat kita, kedalaman 1 meter lebih aja, longsor," jelas Teguh.
Sejak Selasa (24/7), sekitar 27 pompa mobile milik pemerintah pusat dan Pemprov DKI sudah bekerja memompa air dari hulu Kali Sentiong, lewat Kali Item, ke hilir di Kali Sunter. Pompa milik PUPR dibutuhkan karena kapasitanya lebih besar dari milik DKI sebesar 250 liter per detik. Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) juga telah mengerahkan lima pompa air.
Teguh menuturkan, pintu air di Kali Sentiong akan dibuka untuk mengurangi sedimen-sedimen dan lumpur yang mengalir ke sana.
"Untuk membuka itu, kita memerlukan pompa mobile untuk memompa hulunya yang ke Kali Sunter. Sudah dilakukan sejak kemarin," katanya.
Sementara itu, Anggota Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) bidang pengeloaan pesisir, Muslim Muin mengatakan upaya yang dilakukan pihaknya adalah rekayasa pola hidrolika. Ia menjelaskan penggantian air dilakukan dengan memanfaatkan aliran saat musim kemarau. Di musim kemarau, air Kali Item akan mengalir ke arah Kali Sunter.
"Itu kan ada pasang surut, pasang surut itu akan mendorong polutan ke utara, kita buka pintu ke arah Kali Item. Jadi polutan itu pindah ke Kali Item, dibuang ke Kali Sunter. Jadi pompanya alami," kata Muslim.
Dengan cara itu, aliran Kali Item yang penuh polutan akan terganti dengan aliran air dari Kali Ancol. Meskipun air di Ancol dia sebut tidak pula bersih, setidaknya lebih baik dibanding air di Kali Item dan tidak bau.
"Jadi suatu saat harapan kita, air di Sentiong tergantikan oleh air yang ada di Ancol. Di Utara itu emang enggak bersih-bersih amat juga kalinya, nggak hebat lah. Tapi itu lebih bagus daripada yang di Sentiong, apakah itu pengaruh sedikit kadar garam, pokoknya kita ganti. Air yang di utara itu tidak bau," ujar dia. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved