Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBANGUNAN landmark atau ikon Kota Bekasi di gerbang tol Bekasi Barat, Kecamatan Bekasi Selatan tidak bisa dilanjutkan lantaran mendapatkan penolakan dari pengelola mal.
“Pihak swasta ternyata terpaksa menghentikan pembangunan, karena dianggap merusak estetika oleh pengusaha mal. Hal ini sudah kami konfirmasi ke pihak swasta yang membangun ikon tersebut,” ungkap Kepala Bidang Penataan Ruang pada Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Bekasi Dzikron, Jumat (27/7).
Dzikron mengatakan, keberadaan ikon yang terintegrasi dengan Jembatan penyeberangan orang (JPO) sangat dibutuhkan masyarakat. Terutama bila jam sibuk pada pagi dan sore hari, lintasan orang yang menyeberang di ruas jalan itu sangat padat.
“Titik tempat didirikannya JPO tersebut memang lokasi yang sulit dilintasi pejalan kaki, selain berbahaya juga berdampak pada kemacetan,” kata Dzikron.
Sebetulnya, kata Dzikron, keberadaan ikon tersebut membuat JPO yang ada nantinya menghubungkan tiga titik bangunan strategis, yakni Metropolitan Mal Bekasi, Mega Bekasi City dan Informa. Saat ini, JPO yang melintang dari Metropolitan Mal menuju Informa sudah selesai dibangun. Namun di titik dari Mega Bekasi City menuju Informa belum dibangun akubat penolakan tersebut.
Pembangunan ikon Kota Bekasi yang dibangun sejak 2015 lalu sempat mangkrak selama beberapa bulan. Pelaksana proyek baru menyelesaikan inti landmark atau center poin yang memiliki tiga tingkatan dan lintasan jembatan.
“Biaya pembangunan ditanggung oleh pihak swasta dengan kompensasi iklan reklame di JPO selama 10 tahun tanpa dipungut retribusi,” tandas dia. (OL-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved