Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
RIBUAN anak di Depok, Jawa barat tak memiliki akte lahir. Oleh karena itu, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Depok terus mengupayakan sosialisasi dan jemput bola ke tengah masyarakat kota tersebut.
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Depok Depok HM Misbahul Munir mengaku baru sebanyak 539.808 anak di Depok yang memiliki akta kelahiran. Sisanya, 24.618 anak tak memiliki akta lahir. Angka itu 4,34 % dari seluruhan anak di Kota Depok yang mencapai 564.426 orang.
"Baru 95, 64 % yang sudah mencatatkan akta kelahiran. Untuk itu kami terus mengupayakan sosialisasi dan jemput bola ke masyarakat untuk menutup angka 4,34% tersebut," kata Munir disela acara penyerahan akta lahir bagi sejumlah siswa dari 20 SDN dan dipusatkan di SDN Kali baru III Cilodong, Kota Depok, Jumat (27/7).
Didampingi Kepala bidang catatan sipil Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Depok Kristina, Munir menghimbau warga supaya membuatkan akta lahir untuk anak-anak mereka.
”Bagi warga yang belum memiliki akta lahir anaknya diurus secepatnya dan salah satu syaratnya yaitu buku nikah kedua orangtua. Pasangan suami istri mencatatkan pernikahan melalui Kantor Urusan Agama (KUA), untuk pengesahan akta kelahiran anak-anaknya," jelasnya.
Meskipun demikian, Munir mengklaim anak-anak di Kota Depok yang memiliki akta lahir telah melampaui target yang ditetapkan pemerintah. Kementerian Dalam Negeri menargetkan sebesar 85% anak dengan usia 0-17 tahun.
Meski masih tersisa 24.618 anak di Kota Depok yang masih belum memperoleh akta kelahiran, sambungnya, dirinya optimis 2019, seluruh anak di Kota Depok 0-17 tahun sudah punya akta lahir dari pemerintah.
"Kita (Disdukcapil) Kota Depok sudah diatas 95% yang memiliki akta lahir, “ pungkasnya. (OL-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved