PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta akan menerapkan rekayasa lalu lintas seperti pada Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day pada tanggal 1 Mei mendatang yang diperingati sebagai Hari Buruh. Rekayasa lalu lintas model ini diterapkan agar situasi jalan-jalan menjadi lebih tertib dan aman saat para buruh melakukan demonstrasi dan aksi damai. Sebab, diperkirakan demo buruh akan terjadi seperti tahun-tahun sebelumnya di mana buruh dari berbagai wilayah di Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi akan menuju Jakarta.
"Kita pikir supaya lebih tertib dan aman menanganinnya," kata Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Balaikota, Rabu (29/04). Ahok mengatakan kondisi rekayasa lalu lintas HBKB pada 1 Mei nanti diperkirakan lebih panjang masa penerapannya dibandingkan HBKB umumnya yang sering diselenggarakan pada akhir pekan. Ahok pun mengatakan dengan adanya sistem HBKB ia pun meminta agar para buruh tidak menggunakan kendaraan untuk berkonvoi melainkan berjalan kaki saat berdemonstrasi.
"Persis seperti situasi (HBKB) mungkin sampai siang. Kita tidak ingin konvoi-konvoi kendaraan yang berbahaya seenaknya. Dengan sistem hari bebas kendaraan tidak ada konvoi harus jalan kaki," tuturnya. Penerapan manajemen rekayasa lalu lintas juga dibenarkan oleh Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Benjamin Bukit. Ketika dihubungin Media Indonesia, Benjamin menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Subdit Pendidikan dan Rekayasa Lalu Lintas (Dikyasa) Polda Metro Jaya untuk menjaga arus lalu lintas pada Hari Buruh Nasional dengan menerapkan sistem HBKB.
Jam yang diterapkan pun lebih lama daripada HBKB yang biasa digelar pada akhir pekan yakni sejak pukul 06.00-13.00. "Ya sudah saya terima surat dari Subdit Dikyasa. Jamnya memang lebih panjang. Kalau HBKB biasa dari pukul 06.00-11.00 ini kita terapkan sampai pukul 13.00," kata Benjamin.(Q-1)