Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PROYEK revitalisasi trotoar di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di sejumlah titik dikeluhkan masyarakat pengguna anggkutan umum. Pasalnya, keberadaan taman atau jalur hijau di tepi jalan memisahkan antara halte dan jalan.
Hal itu membuat tidak ada akses jalan khusus bagi pengguna angkutan umum. Mereka terpaksa memutar beberapa meter atau menginjak rumput dan tanaman yang ditanam di bagian jalur hijau.
Berdasarkan pantauan Media Indonesia kemarin, pada jalur pedestarian di Patung Jenderal Sudirman arah kampus Universitas Atma Jaya, misalnya, terhalang sepenuhnya oleh taman. Tidak ada akses untuk penumpang untuk berjalan menuju bus. Padahal, di sana dibangun koridor seperti halte tempat menunggu bus.
Kondisi sama juga terjadi di trotoar dekat Wisma Indocement, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, atau dekat jembatan penyeberangan orang Dukuh Atas. Di turunan jembatan penyeberangan orang itu terdapat papan 'Bus Stop' penanda tempat turun-naik penumpang bus Trans-Jakarta nonjalur khusus.
Namun, lagi-lagi di sana tidak ada akses jalan untuk menjangkau bus. Akibatnya penumpang harus menunggu di tempat yang tidak seharusnya. Di sisi lain, plang pemberhentian bus juga tidak cukup terlihat atau terhalang.
Jalan setapak
"Saya pengguna bus Trans-Jakarta (nonjalur khusus) Tanah Abang-Pasar Minggu. Beberapa sopir tidak mau berhenti karena mungkin mereka menyangka tidak ada papan 'Bus Stop'-nya, padahal ada," ujar Wawan, 23, saat ditemui di pinggir trotoar Sudirman depan Gedung Indocement, kemarin.
Menurutnya, sebaiknya papan pemberhentian bus dipindahkan ke area pengguna kendaraan umum berdiri menunggu bus. "Di sana enggak ada artinya kan, selain tidak terlihat juga kita tidak bisa ke bus karena terhalang taman," terangnya sambil menunjuk papan pemberhentian bus .
Menurut dia, untuk mengatasi masalah itu sebaiknya di jalur hijau diberi akses jalan setapak sehingga masyarakat bisa melewati jalur hijau tanpa merusak taman.
Wawan merupakan salah satu dari sekian banyak warga yang mengeluhkan soal trotoar di Jalan Sudirman-MH Thamrin yang menyulitkan pengguna kendaraan umum. Soal fasilitas itu juga dikritisi para netizen.
Mengomentari kritikan masyarakat, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyebut keberadaan taman atau jalur hijau di trotoar Jenderal Sudirman-Thamrin sebagai upaya mempercantik Kota Jakarta menyambut Asian Games 2018. Trotoar sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin dibangun selebar 8-12 meter. Selain dipercantik dengan taman, trotoar yang direncanakan selesai pada akhir Juli itu juga dirancang memiliki empat spot seni budaya di empat titik, yakni di depan Gedung Landmark, di depan Gedung BNI 46, Bundaran Patung Pemuda, dan di bawah Jembatan Semanggi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved