Penataan Trotoar Sudirman-Thamrin Berubah Konsep

Aya/J-1
25/7/2018 06:10
Penataan Trotoar Sudirman-Thamrin Berubah Konsep
(MI/Pius Erlangga)

KONSEP penataan trotoar di kawasan Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, menuai kontroversi di media sosial. Trotoar yang baru dibangun dibatasi dengan area rerumputan sehingga menyulitkan para penumpang menunggu di halte bus.

Namun, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, selalu punya alasan yang meyakinkan. “Nantinya akan ada ramp atau jalur penghubung antara area pejalan kaki dengan akses bus. Nanti akan kita lihat bagaimana mobilitasnya. Apakah nanti ada ramp atau konektor,” kata Sandiaga, kemarin.

Menurut Sandiaga, area rerumputan ditujukan untuk mempercantik trotoar dalam rangka menyambut Asian Games. “Jadi, itu untuk beautifi cation Asian Games. Semuanya dikover sama rumput atau tanaman.”

Trotoar sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin dibangun selebar 8-12 meter. Pada desain awal trotoar, Pemprov DKI berencana memberi jalur hijau di sisi trotoar. Selain untuk penghijauan, jalur hijau itu juga berguna melindungi pejalan kaki dari ancaman kendaraan.

Pada rencana desain itu, halte bus semestinya berdiri sejajar dengan jalur hijau, sehingga penumpang langsung bisa menaiki bus. Di depan CIMB Niaga Plaza Sudirman, halte bus berada di area pejalan kaki, tidak sejajar dengan jalur hijau. Hal itu lah yang menimbulkan kritik dari netizen.

Saat ini, penataan trotoar sudah hampir rampung, tapi belum mengakomodasi sejumlah item yang direncanakan. Pada Maret 2018, trotoar dirancang memiliki spot seni budaya di empat titik, yakni di depan Gedung Landmark, di depan Gedung BNI 46, Bundaran Patung Pemuda, dan di bawah Jembatan Semanggi.


Walk of fame

Berdasarkan pemaparan Pemprov DKI, spot seni budaya merupakan sarana untuk menunjukkan minat bakat dan apresiasi seni budaya bagi masyarakat. Selain itu, sesuai rencana seharusnya terdapat spot serbaguna yang memiliki atap, walk of fame yang menampilkan totem dan tiles, penunjuk arah pada trotoar dan beragam furniture jalan. Inlet property juga direncanakan memiliki motif gigi balang dan batik pucuk rebung.

Desain juga direncanakan memiliki sabuk budaya nusantara, juga panel informasi pola batik, tenun, atau ukir di sekitar stasiun mass rapid transit (MRT). Jalur sepeda awalnya didesain berada di atas trotoar, termasuk sarana edukasi inrfrastruktur, begitu pun toilet dan kios.

Dari pantauan, item tersebut belum terpasang di trotoar Sudirman-Thamrin. Trotoar memang sudah cukup rapi, rata dan lurus, namun ornamen trotoar seperti yang direncanakan belum terealisasi.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, berjanji rencana pembangunan sejumlah ornamen trotoar tetap akan dilakukan setelah Asian Games 2018. Saat ini pihaknya berfokus pada penataan trotoar rapi, rata, dan lurus.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya