Pemprov DKI Klaim Sukses Kurangi Polusi Kali Item

Nicky Aulia Widadio
24/7/2018 20:45
Pemprov DKI Klaim Sukses Kurangi Polusi Kali Item
(MI/Ramdani)

KEPALA Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Teguh Hendrawan mengklaim penggunaan teknologi nano bubble dan aerator cukup berdampak baik pada upaya mengurangi bau tidak sedap dari Kali Item, Kemayoran, Jakarta Pusat.

"Itu dengan adanya aerator maupun nano bubble dipasang, tadi juga hasil hitungan dari Dinas Lingkungan Hidup, perubahannya cukup bagus," kata Teguh ketika ditemui di Balai Kota Jakarta, Selasa (24/7).

Teguh menjelaskan, teknologi aerator berperan menyuplai oksigen di dalam air, sehingga biota-biota yang ada di dalamnya tidak mengeluarkan bau. Sementara itu, teknologi nano bubble bertujuan untuk menjernihkan air.

"Tadi secara debit airnya termasuk juga tingkat baunya juga jauh berkurang. Debit air yang di situ juga pasti kan penjernihan di dalamnya. Kan fungsinya di samping penjernihan, juga di situ untuk oksigen, kemudian juga mengurangi bau yang ada di Kali Sentiong," papar Teguh.

Ada satu nano bubble dan dua aerator yang difungsikan. Teguh menyebut akan ada penambahan dua aerator lagi. Namun, jumlah itu sebetulnya masih kurang.

"Belum cukup, masih kurang banyak," kata Teguh.

Berdasarkan uji sampel yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup, sebelum dan setelah pemasangan nano bubble dan aerator, ada penurunan kadar biochemical oxygen demand, chemical oxygen demand, hidrogen sulfida di Kali Item. Unsur-unsur tersebut lah yang memicu munculnya bau busuk di Kali Item.

"Unsur-unsur itu memang masih di atas ambang baku, tapi trennya sudah menurun. Jadi unsur-unsur itu yang sebenarnya bikin bau," kata Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Ali Maulana.

Pemprov DKI juga memasang jaring berwarna hitam di atas Kali Item. Pemasangan jaring bertujuan untuk mengurangi penguapan akibat paparan sinar matahari. Hingga Asian Games digelar, Pemprov DKI akan tetap melakukan upaya pembersihan untuk mengurangi bau tak sedap agar tidak tercium hingga Wisma Atlet Kemayoran.

"Tantangan kita kan ini kenyataanya masih hitam, kenyataannya masih kotor dan Agustus akan ada Asian Games jadi yang kita lakukan lakukan dulu penutupan sambil pembersihan itu tetap dilakukan," ujar Gubernur DKI Anies Baswedan. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya