Anies Sebut Perluasan Ganjil Genap Perbaiki Kualitas Udara Jakarta

Antara
23/7/2018 22:30
Anies Sebut Perluasan Ganjil Genap Perbaiki Kualitas Udara Jakarta
(ANTARA/Galih Pradipta)

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan perluasan penerapan sistem ganjil genap kendaraan di titik-titik tertentu di Jakarta menurunkan kadar karbon monoksida (CO).

"Ada konsekuensi lain dari ganjil-genap ini yaitu pada kualitas udara. Dilakukan pengujian di tiga lokasi. Bundaran Hotel Indonesia, yang kedua di Kelapa Gading, yang ketiga di Lubang Buaya. Dari temuan di lapangan, sesudah ada kebijakan ganjil genap, konsentrasi CO menurun sebesar 1,7%," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (23/7).

Sedangkan untuk kadar nitrogen monoxide (NO) turun 14,7%, dan konsentrasi total hidrokarbon (THC) turun sebesar 1,3%, katanya. Hal tersebut disampaikannya terkait evaluasi pelaksanaan sistem ganjil genap yang sudah dilakukan beberapa waktu terakhir ini.   

"Yang menarik adalah jumlah penumpang TransJakarta, secara keseluruhan di semua rute sesudah kita menerapkan ganjil genap itu meningkat sekitar 9,86% atau 9,9%. Jadi naiknya hampir 10% penumpang di TransJakarta. Dari 790.000 menjadi 877.000 penumpang," kata Gubernur.

Beberapa titik yang merupakan ruas jalan untuk ganjil genap juga beberapa mengalami penyesuaian, katanya.

"Misalnya di Pondok Indah, yang semula dari Simpang Ciputat sampai dengan Kebayoran Baru akhirnya kita pangkas cukup dari Simpang Ciputat sampai dengan Pondok Indah Mal. Dari Pondok Indah Mal sampai Kebayoran tidak lagi menjadi ruas ganjil genap. Jadi contoh beberapa temuan yang kita terima dan selama proses ini," kata Anies.

Selain itu, jumlah petugas yang berada di lapangan memang ditingkatkan. dsehingga iharapkan akan bisa membantu hadirnya lalu lintas yang lebih baik. (OL-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya