Warga Marah karena Polusi dan Kemacetan

Hym/J-1
24/7/2018 07:30
Warga Marah karena Polusi dan Kemacetan
(Ilustrasi)

AKSI demo ratusan warga atas nama 'Jakarta Utara Menggugat' berujung penangkapan empat koordinator demonstran. Mereka dibawa tim Tiger (Tindakan Tegas Reaksi Cepat) Polres Jakarta Utara.

Demo berlangsung sejak pukul 10.00 WIB di depan Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Jalan Yos Sudarso, Tanjung Priok. Massa memblokade jalan yang menjadi akses menuju Pelabuhan Tanjung Priok. Akibatnya, truk kontainer dan kendaraan lain tidak bisa melintas.

Aksi diikuti 500-an peserta dari berbagai organisasi massa se-Jakut. Mereka menyoroti kemacetan parah di wilayah Jakut yang menimbulkan ongkos besar, baik materiil maupun nonmateriil.

"Nonmateriilnya, setiap hari warga Jakut menghirup polusi akibat kemacetan. Di pihak lain, tidak sedikit warga kami meninggal dilindas truk kontainer," teriak orator dari atas mobil komando.

Demonstran menuntut tujuh poin yang harus segera dibenahi Pemkot Jakut bersama dengan kepolisian. Mereka meminta truk kontainer tidak melintas di jalan permu-kiman, menolak kemacet-an yang diakibatkan truk kontainer, membentuk tim pengawasan dan pengaturan lalu lintas sebagai solusi, serta pertanggungjawaban atas korban kecelakaan yang meninggal tertabrak truk kontainer. Kerusakan lingkungan dan dampak polusi udara juga mereka persoalkan.

Tuntutan lain, optimalisasi fungsi jalur tol dan penurunan tarif tol akses khusus pelabuhan Tanjung Priok dan membangun sinergisitas melalui tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk masyarakat yang terkena dampak polusi dan kemacetan.

Ormas Jakut yang terlibat dalam aksi antara lain Kosgoro, Geprindo, Laskar Priok, FBR, FFI, Forum RT/RW, KAHMI, Bamus, Oi, Pemuda Pancasila, dan Forum Komunitas Kampung Tugu. "Dampak negatif kema-cetan merusak kondisi masyarakat Jakarta Utara," tegas Hendraning Cipta, Ketua Laskar Priok.

Berhubung aksi telah menimbulkan kemacetan parah, polisi bertindak dengan menangkap koordinator demo. Demonstran selanjutnya bubar dan menjelang pukul 11.30, lalu lintas kembali normal.

Beberapa peserta demo semula berusaha menghalangi saat teman-teman mereka dibawa polisi. Namun, setelah diancam dengan senjata laras panjang, pendemo memilih mundur. "Heh...heh... kamu mau dibawa juga?" sergah polisi bersenjata laras panjang. Meski suasana sempat tegang, polisi dengan bijaksana melepaskan keempat koordinator demo.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya