Bau tidak Sedap dari Kali Item

Haryo Prasetyo Dwiatmoko Wartawan Media Indonesia
23/7/2018 06:20
Bau tidak Sedap dari Kali Item
(ANTARA/RIVAN AWAL LINGGA)

PELAKSANAAN Asian Games ke-18 tinggal menghitung hari. Berlomba dengan waktu, Jakarta sebagai tuan rumah event multiajang berskala internasional itu terus berbenah. Beberapa persiapan yang langsung berkaitan dengan penyelenggaraan event dan dipersyaratkan oleh Dewan Olimpiade Asia (OCA) dilaporkan sudah dapat dipenuhi. Melalui penerapan kebijakan ganjil-genap yang diperluas, misalnya, waktu tempuh para atlet ke sejumlah venue Asian Games sudah memenuhi kriteria dari OCA .

Masih ada waktu tempuh para atlet ke tiga venue di Cibubur, Pon-dok Indah, dan TMII, yang mele-bihi dari yang dipersyaratkan oleh OCA. Akan tetapi, OCA agaknya sudah dapat menerima dan memahami hal itu. Sepintas, tidak perlu ada lagi yang dikhawatirkan dengan persiapan penyelenggaraan Asian Games di Ibu Kota. OCA, overall terkesan sudah memberikan lampu-lampu hijau dan cukup puas dengan persiapan-persiapan di Jakarta. Benarkah?

Mungkin saja demikian. Akan tetapi, Jakarta hendaknya tidak berpuas diri dengan itu semua. Meskipun OCA tidak meminta, ada baiknya persiapan yang dilakukan Jakarta harus berada di atas kriteria yang ditetapkan OCA, baik yang terkait secara langsung maupun yang tidak langsung. Salah satu yang menyeruak ke ruang publik beberapa hari terakhir ini ialah persoalan bau tidak sedap yang menyengat di sekitar Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat. Bau itu berhembus dari Kali Item yang persis mengalir tidak jauh dari Wisma Atlet.

Selain itu, bau tak sedap juga menyeruak saat pintu air di ujung Kali Item pada sisi Jakarta Pusat dibuka hingga menyebabkan air dari sisi itu terbuang ke Kali Item lalu menuju laut. Bau disebabkan air kali diaduk. Memang, dilaporkan sudah ada upaya untuk mengatasi hal itu. Jaring hitam alias waring sudah menutup sebagian Kali Item, khususnya di sisi Jakarta Utara sepanjang 689 meter. Namun, meski sudah ditutup waring, bau tidak sedap belum juga dapat diusir. Padahal, kurang dari 50 meter berdiri kantin di dalam kompleks Wisma Atlet Kemayoran.

Bayangkan bila saat sarapan pagi, makan siang, dan makan malam para atlet dari 45 negara tiba-tiba menghirup bau tidak sedap yang berhembus dari Kali Item tersebut.

Pemprov DKI Jakarta, khususnya Gubernur Anies Baswedan, tidak boleh memandang rendah persoalan tersebut. Skala dan intensitas penanganan atas persoalan 'kecil' ini harus ditingkatkan ke level yang sangat serius bahkan extremely serious. Bila dibiarkan tidak tertangani hingga Asian Games dimulai, bisa berubah menjadi persoalan besar.

Jangan biarkan persoalan dari Kali Item itu menjadi unsolved situation. Bila tidak, bau tidak sedap itu bakal ikut tercium di 45 negara di dunia. Bila itu yang terjadi, gelar pemenang yang diraih Jakarta baru-baru ini sebagai pemenang ajang We Love Cities 2018 tidak akan ada gunanya.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya