Teror di Rumah Mardani Bukan Hanya Sekali

Gana Buana
19/7/2018 18:17
Teror di Rumah Mardani Bukan Hanya Sekali
(MI/ARYA MANGGALA)

TEROR yang dialami keluarga Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera bukan hanya kali ini saja. Sejumlah saksi yang diperiksa polisi menyatakan ancaman teror bom berupa pelemparan molotov terjadi selama dua tahun terakhir.

Bahrudin, seorang petugas keamanan kompleks perumahan tempat Mardani bermukim mengaku pernah menerima telepon dari seseorang yang tak dikenal yang menyebutkan bahwa ada bom yang dipasang di dalam masjid Lembaga Tahfizh Al Quran, Yayasan Iqro yang lokasinya berada di depan rumah Mardani.

"Namun, setelah dilakukan pemeriksaaan oleh petugas yang berwenang ternyata hanya tindakan teror saja,” ungkap dia, Kamis (19/7).

Pihaknya juga pernah melihat ada orang yang tak dikenal seharian duduk di dalam yayasan. Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata orang tersebut dinyatakan memiliki gangguan jiwa.

“Tapi kasusnya saat itu juga sudah selesai, karena orang yang diduga stres itu ada yang mengenali,” ujarnya.

Mardani juga diketahui sudah menempati rumah yang berada di Jalan Madani sekitar tujuh tahun lebih. Dia tinggal bersama istri dan dua orang anaknya.

Kapolres Metro Kota Bekasi Komisaris Besar Indarto menyampaikan, pihaknya kini sudah memeriksa sedikitnya empat orang saksi mata, termasuk di antaranya pihak keluarga. Dalam aksi ini, diduga dua pelaku masuk dari arah belakang rumah menuju kebun sebelum akhirnya melempari rumah Mardani dengan bom molotov.

“Satu bom tidak meledak, dan satu lagi ditemukan di kebun samping rumah. Diduga tidak jadi dilempar setelah satpam meneriaki mereka,” kata Indarto.

Saat ini pihaknya masih terus mengjaji motif di balik pelemparan bom tersebut, termasuk apakah ada motif politik atau tidak. Polres Metro Kota Bekasi pun sudah berkoordinasi dengan Jatanras Polda Metro Jaya untuk mengamankan barang bukti berupa bom molotov.

“Kami masih menyelidiki motif, apakah berkaitan dengan politik atau tidak. Apakah ada kaitannya juga dengan keterangan saksi bahwa ada orang yang menanyakan alamat Mardani pada pekan lalu,” tandas dia. (OL-7)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya