DKI Usul Kedaulatan Laut Masuk Bahasan KAA

Selamat Saragih
21/4/2015 00:00
DKI Usul Kedaulatan Laut Masuk Bahasan KAA
(MI/IMMANUEL ANTONIUS)
WAKIL Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Djarot Saiful Hidajat mengusulkan agar dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Afrika ke-60 dibahas masalah kedaulatan laut.

Hal itu sangat penting mengingat pada acara tersebut sedang berkumpul para kepala negara, baik dari Asia maupun Afrika. Tujuannya untuk menjaga potensi kekayaan laut di negara masing-masing peserta KTT Asia-Afrika.

Djarot menilai acara peringatan KTT Asia-Afrika itu menjadi sebuah momen yang penting dan tepat untuk membicarakan kedaulatan laut. Sehingga masing-masing negara bisa saling menghargai dan menghormati batasan negara di laut. Sebab, dengan demikian bisa melindungi nelayan di negara masing-masing.

"Tapi ada isu strategis sebetulnya saat Konferensi Asia Afrika yakni masalah kedaulatan laut kita. Sekarang ini saatnya kebetulan negara-negara Asia-Afrika lagi berkumpul. Sebaiknya hal itu juga diangkat ke permukaan, bagaimana negara-negara di dunia ini saling menghargai dan menghormati masalah kedaulatan lautnya," kata Djarot, di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (21/4).

Salah satu tujuan pembahasan kedaulatan laut, menurut Djarot, guna memberantas ilegal fishing. Jangan sampai pemberdayaan nelayan yang dilakukan masing-masing negara menjadi sia-sia, karena ikan dieksplorasi terlalu banyak.

"Dalam arti untuk bersama-sama memberantas ilegal fishing. Ketika nelayan kita bantu. Tapi ketika ke laut gak ada ikanya bagaimana? ini kan jadi pokok persoala," ungkapnya.

Dia pun meminta kepada Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, agar usulannya itu disampaikan dalam pertemuan KTT Asia-Afrika. "Makanya tadi saya pesan sama Bu Menteri supaya ini masuk satu agenda untuk saling menjaga dan menghormati kedaulatan laut kita," ujar Djarot.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, mengatakan, pihaknya telah berinisiatif bertemu dengan Menteri Agriculture dari Vietnam. Salah satu tindakan tegas yang dilakukan adalah dengan menenggelamkan kapal-kapal asing yang masuk perairan Indonesia.

"Mereka juga menghormati dan menghargai bahwa kita memang terpaksa harus tegas. Ya mungkin di dalam hati pastikan merasa bahwa kapal nelayannya ada yang kita tenggelamkan. Tapi mereka juga mengerti, bahwa itu adalah kedaulatan laut negeri kita, menghormti negeri kita," kata Susi.

Rencananya hari ini Susi juga akan bertemu dengan Menteri Agriculture Filipina untuk membicarakan masalah yang sama. Pertemuan dilakukan juga untuk menghindari adanya oknum petugas yang bermain.

"Karena ada indikasi seperti ini dan kita harap dengan pertemuan langsung bersama kementerian dan perdana menteri dari negara tersebut saya harap bisa dijelaskan bahwa itu semua, broker-broker itu adalah ilegal," tandasnya. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya