Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH pelintasan sebidang kereta api di Jakarta dibuka warga. Padahal, PT Kereta Api Indonesia (KAI) sudah menutupnya dan mengalihkan arus lalu lintas ke jalur lain. Alhasil, potensi terjadi kecelakaan meningkat.
Seperti di Kawasan Roxy, Jakarta Pusat, sebelumnya, moveable concrete barrier (MCB) atau beton pembatas ditempatkan agar kendaraan tidak lagi melintasi rel KA. Pengendara telah dialihkan ke jalur layang (flyover). Namun, sejumlah warga mulai merusak beton itu dan membuat lajur baru.
Mereka meminta uang kepada pengendara yang melintas di sana. Empat orang memegang ember bekas cat untuk menampung uang. "Uang koin Rp500 juga kami terima," ucap Udin, 38, warga sekitar, kemarin.
Sejumlah lokasi memutar kendaraan yang telah ditutup MCB juga dibuka warga. Di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, dan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, bisa ditemukan. Putaran tersebut menjadi ladang nafkah bagi mereka. Akibatnya, setelah lintasan ditutup petugas, warga membuka lagi.
Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta sebelumnya mengatakan akan menutup seluruh pelintasan liar di DKI. Namun, di kawasan Kampung Klingkit, Cengkareng, Jakarta Barat, belum dilakukan. Di tempat itu warga secara swadaya membuat portal elektronik untuk menutup pelintasan.
Ratusan ribu uang berhasil di dapat dengan seharian berjaga di sana. Warga berjaga secara bergiliran. "Cuman sampai pukul 23.00. Lewat dari itu portal akan kita angkat," ucap Tono, 29, warga Klingkit.
Kepala Dishub DKI Jakarta, Andri Yansyah, menegaskan pihaknya hingga saat ini masih menghitung pelintasan liar mana lagi yang akan ditutup. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan PT KAI dan Dirjenka Kemenhub untuk melakukan penutupan di beberapa lokasi.
Namun, penutupan pelintasan harus memiliki jalan alternatif. Contohnya di kawasan Stasiun Senen, Slipi, hingga lajur Jalan Angkasa, Jakarta Pusat. "Masih kita selesaikan semuanya, mendata mana yang ditutup nanti atau tidak," katanya.
Dikatakan Sigit, ada beberapa faktor yang membuat pelintasan itu ditutup. Pertama, lokasi keramaian. Setiap harinya volume kendaraan yang melintas sangat banyak, baik kendaraan roda dua, roda empat, dan kendaraan berat.
Naiknya volume kendaraan tentu berpotensi menciptakan kesemrawutan dan kemacetan arus lalu lintas.
Kedua, tingkat kecelakaan lalu lintas, yakni pelintasan kereta api kerap memakan korban jiwa, baik itu pejalan kaki atau pengendaraan kendaraan bermotor.
Senior Manager Humas Daop 1 PT KAI, Edi Kuswoyo, menjabarkan pelintasan liar saat ini lebih banyak ketimbang tahun 2015. Kini jumlah pelintasan liar mencapai 301 dari sebelumnya 275 pada 2015.
Selain itu, pelintasan sebidang yang masuk area Daop 1 ada 528 tempat. Sebanyak 168 di antaranya resmi atau memiliki palang pintu, 45 perlintasan sudah memiliki jalur alternatif berupa flyover, dan 14 melalui underpass.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved