Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono menyatakan legislatif bukan enggan membahas pelepasan saham PT Delta Djakarta oleh Pemprov DKI Jakarta.
Tapi sebaliknya, DPRD DKI menunggu pihak Balai Kota untuk memberikan kajian mengenai pelepasan saham itu kepada legislatif. Pasalnya, kata Gembong, perusahaan yang memproduksi sejumlah merek bir terkenal itu ia nilai salah satu BUMND yang sehat.
"Kalau kita lihat BUMD yang ada, (PT Delta Djakarta) ini kan satu BUMD yang sehat gitu kan, lah ketika BUMD yang sehat mau dilepas tentu harus ada kajian dulu. Sementara hingga saat ini kita belum diberikan kajiannya oleh Pemprov," ujar Gembong kepada Media Indonesia, Minggu (15/7).
"Jadi kita nunggu karena pelepasan itu inisiatif mereka kan begitu," tambah politikus PDI Perjuangan itu.
Ia juga menilai motif pemerintahan Gubernur DKI Anies Baswedan dalam melepas saham PT Delta Djakarta karena untuk mendapatkan pendapatan asli daerah (PAD) janggal atau tidak jelas.
"Kalau katakanlah seperti info yang pernah kami dengar bahwa Pemprov punya keinginan mendapatkan PAD dari sumber halal, kan gtu. Nah kalau semangatnya itu seharusnya tidak dilepas sahamnya tapi ditutup PT Delta-nya. Jadi jangan tangung-tanggung," ujar Gembong.
"Kalau cuma melepas saham saja toh produksi masih jalan kan, makanya motif penjualannya kita musti tahu dulu," kata dia.
Gembong mengatakan, setelah motif pelepasan saham itu diketahui dengan jelas lewat kajian yang diserahkan Balai Kota, DPRD DKI Jakarta pun siap membahasnya secara bersama-sama.
"Nanti ketika tahu motif atau tujuannya berdasarkan kajian yang diberikan oleh Pemprov kepada DPRD DKI nanti kan kita bahas bersama," pungkasnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik mengatakan dirinya kecewa dengan sikap Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi yang enggan membahas pelepasan PT Delta Djakarta.
"Nggak bisa begitu, kalau pun menerima atau menolak kita perdebatkan, harus berdarakan diskusi bukan berdasarkan asusmsi kita," ujar politikus Gerindra itu.
Adapun Prasetio menegaskan dirinya enggan membahas pelepasan saham bir karena Gubernur Anies dan Wakil Gubernur Sandiga Uno berkeinginan melepas saham PT Delta Djakarta karena alasan moril semata.
Meski tidak disambut dengan tangan terbuka oleh seluruh legislator, Pemprov DKI Jakarta mantap untuk melepas 26,25% kepemilikan saham di PT Delta Djakarta.
Bahkan Anies dan Sandi tengah berkonsultasi dengan Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia serta seluruh pemangku kepentingan.
PT Delta Djakarta adalah perusahaan yang memegang lisensi untuk memproduksi sejumlah merek minuman beralkohol internasional. DKI Jakarta sudah menanam saham di perusahaan itu sejak 1970.
PT Delta menyumbang keuntungan rata-rata Rp38 miliar tiap tahun ke kas Pemprov DKI Jakarta. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved