Ditolak DPRD, Pemprov DKI Kukuh Jual Saham PT Delta Djakarta

Yanurisa Ananta
11/7/2018 20:30
Ditolak DPRD, Pemprov DKI Kukuh Jual Saham PT Delta Djakarta
(Antara)

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta bersikukuh bakal melanjutkan proses penjualan saham PT Delta Djakarta meski keputusan itu ditolak Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, ia akan terus memberi penjelasan bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan setelah Jakarta lepas tangan dari PT Delta Djakarta.

"Sebagai Ketua DPRD pandangannya harus kita dengar baik-baik. Kita sudah berikan penjelasan dan akan terus memberikan penjelasan. Pertama, kekhawatiran Pak Pras (panggilan akrab Prasetyo) nanti bagaimana penjualan bir (di Jakarta), tidak akan terdampak," tutur Sandiaga di Balai Kota, Rabu (11/7).

Sandi mengatakan, PT Delta Djakarta akan tetap mensuplai bir bagi pasar DKI Jakarta bersama perusahaan lainnya, baik yang impor dan produk sendiri. Lagipula, pertumbuhan industri bir tergolong sehat. Dengan adanya penjualan saham PT Delta maka ekuitas yang dimiliki Pemprov DKI pun akan bertambah.

Sandi kembali mengatakan bahwa pasar merespons positif setelah DKI menyatakan akan keluar dari PT Delta Djakarta. Saham PT Delta ketika itu langsung naik beberapa poin.

"Pasar tidak pernah salah interpretasi. Respons itu sesuai dengan pasar memberikan antisipasi sangat-sangat positif," lanjutnya.

Melihat begitu sensitifnya pernyataannya soal PT Delta Djakarta. Sandiaga memutuskan tanggapannya kali ini sebagai yang terakhir lantaran tak ingin membuat harga saham PT Delta bergejolak. Tindakan ini pun dilakukan agar Otoritas Jasa Keungan (OJK) atau Bursa Efek Indonesia (BEI) tidak memberi peringatan karena sudah melakukan tindakan yang mengganggu stabilitas harga saham.

"Kami akan sangat hati-hati, pernyataan ini akan dibaca pasar dan akan mungkin diinterpretasi yang takutnya nanti negatif dan menciptakan polemik yang terbuka diumum ini akan menjadikan satu bahan yang berakibat negatif kepada harga saham. Kalau harga saham turun yang rugi siapa? Yang rugi juga warga Jakarta karena ini milik rakyat Jakarta," kata Sandi.

Sandi kembali mengatakan rata-rata dari PT Delta Djakarta DKI Jakarta mendapatkan dividen Rp40 miliar. Sementara, dari hasil penjualan DKI akan dapat dana lebih dari Rp1 triliun. Dana tersebut pun akan digunakan untuk pembangunan yang diperuntukan bagi masyarakat.

"Hitung-hitungannya tuh gampang banget. Buat saya it’s so simple. Kalau kita di dunia usaha bentuknya gampang seperti itu," pungkasnya. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya