Pembunuh Deudeuh Dikenal sebagai Anak Soleh Sewaktu SD
Aedy Azeza Ulfi
16/4/2015 00:00
(Twitter)
PEMBUNUH Deudeuh, M Prio Santoso,24, adalah anak soleh menurut tetangga yang tinggal dekat dengan rumah keluarga Prio.
Seorang tetangga, Noneng, ibu berusia 48 tahun, mengatakan hal itu di depan rumah keluarga tersangka, Jalan Kp Suka Bakti RT 2/5 No 41 Kelurahan Suka Bakti Kecamatan Curug, Tanggerang, Banten.
"Dia anak soleh, waktu SD (sekitar umur 6 tahun sampai 11 tahun), Prio sering ngaji dan sering shalat. Mushalla kan sebelah rumahnya, jadi saya lihat dia pergi ke mushalla," sebut Noneng, Kamis (16/4/2015).
Prio tidak hanya rajin ibadah ketika SD, Noneng juga mengatakan Prio pernah sekolah di pesantren. "SMA apa SMP gitu, dia juga di pesantren. Makanya, saya juga heran dia diberitain seperti itu," jelas Noneng.
Dia mengatakan tidak sering melihat Prio sejak dipesantrenkan. Menurutnya, Prio jarang pulang ke rumah keluarganya, "Saya sudah jarang melihat dia sejak masuk pesantren itu," singkatnya.
Saat ini Prio menjadi guru bimbingan belajar. Tak hanya Prio, ternyata Ibunda Prio juga miliki profesi yang sama dengannya.
"Ibunya (sekitar 50 tahun) kerjanya sebagai guru SD," kata pembantu rumah tangga Prio yang biasa dipanggil Nyai, di rumah Prio.
Ia menerangkan Prio memiliki profesi guru seperti profesi ibundanya. "Mungkin memang ikut ibunya," singkat Nyai, Kamis (16/4/2015).
Namun, Nyai mengaku tak mengenal Prio lebih jelas. Ia mengatakan tidak pernah bertemu dengan Prio karena hanya mengerjakan pekerjaan rumah tangga sampai siang kemudian pulang ke rumahnya yang tak jauh dari rumah tersangka.
"Saya enggak tahu, soalnya enggak pernah bertemu. Hanya dengar namanya saja dan profesinya. Saya hanya kerja dari pukul 8.00 saat orang rumah tidak ada sampai pukul 12.00," jelas Nyai.
Sementara itu, menurut tetangga lainnya, Nur,68, yang bertempat tinggal di depan
rumah Prio,
kedua orang tua Prio sudah meninggal.
"Dia anak yatim
piatu, karena itu dijadikan anak angkat Pak Suhdi. Pak Suhdi ini
sepertinya kakak dari bapak kandungnya Prio," jelas Nur.
Nur mengatakan bahwa sering terdengar keributan dari rumah
Prio. "Saya sering dengar Prio ini menyusahkan keluarga. Selama dia
di sini sebelum dipesantrenkan, dia sering membuat keributan di
rumahnya," sebut Nur.
Tak hanya Nur, Noneng, yang juga
tetangga Prio mengatakan hal serupa. "Orang tua kandungnya sudah
meninggal, dia tinggal di sini sama keluarga Prio sejak kecil," tutur Noneng.
M Prio Santoso ditangkap dini hari kemarin di kamar kos yang berlokasi di Bogor. Ia ditangkap atas dugaan pembunuhan Deudeuh Avi Sahrin seorang Pekerja Sex Komersil (PSK) online.
Jenazah Deudeuh ditemukan dalam kondisi menggenaskan pada Sabtu 11 April sekitar pukul 19.00 WIB di kamar kost-nya di daerah Tebet, Jakarta Selatan. Mayat dalam posisi terlentang, ditutup selimut, disumpal kaos kaki hitam dan lehernya terlilit kabel.
Dalam keseharian, Deudeuh dikenal memiliki banyak teman yang didominasi pria. Teman-teman Deudeuh yang silih berganti bertandang ke kamar kosnya yang bertarif rata-rata Rp2 juta itu. Seorang penjaga kos menceritakan Deudeuh kedatangan 3 hingga 5 lelaki dalam sehari. (Q-1)