Sebulan tidak Beres, Kapolres Dicopot

TS/SM/J-3
11/7/2018 06:10
Sebulan tidak Beres, Kapolres Dicopot
(MI/Rommy Pujianto)

WAKAPOLRI Komjen Syafruddin memberi tenggat satu bulan pada para Kepala Satuan Wilayah (Kasatwil), terutama Kapolres Tangerang agar segera mengungkap, menyelesaikan kasus begal di wilayahnya. Jika lebih dari satu bulan belum juga terungkap, Kasatwil tersebut akan segera dicopot.

"Ya harus terungkap, kalau tidak terungkap, kita akan evalusi pemimpinnya, kapolresnya, kapolseknya. Kita tinggal ganti aja, kan gampang. Satu bulan saya kasih waktu. Saya udah empat kali menyatakannya, dan saya tidak pernah meleset ya. Satu bulan (sejak instruksi Polri disampaikan) tidak selesai, kita ganti. Gampang,"cetus Syafruddin, di Jakarta, kemarin.

Wakapolri menyatakan, begal termasuk kategori street crime yang penanganannya masuk kategori mudah. Karena itu mestinya hanya perlu waktu paling lama satu bulan untuk menangani itu. Kejahatan street crime berbeda dengan teroris yang tingkat kesulitannya tinggi.

"Street crime itu gampang mengatasinya, oleh karena itu, kita beri waktu satu bulan, begal itu sama aja kaya miras oplosan itu harus selesai, enggak sulit seperti teroris," tegasnya.

Menurut Wakapolri, ancaman mencopot jabatan berlaku untuk kapolres di Tangerang. Banyak kasus pembegalan yang belum terungkap. Terakhir tindakan sadis begal di Tangerang yang viral di medsos belum juga terungkap.

Wakapolri memastikan tidak ada perubahan dalam kejahatan street crime, semua polanya sama, Artinya melumpuhkan, mengambil barang kalau tidak dengan cara kekerasan. Perbuatan itu tergolong tindak pidana kekerasan.

Terkait kasus begal yang menimpa Saripah binti Asman, 34, hingga merenggut nyawanya di Jalan Rasuna Said RT 04/01, Kelurahan Pakojan, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Banten pada Rabu (4/7) malam lalu, hingga kini belum terungkap.

Kapolres Tangerang Kombes Harry Kurniawan melalui WhatsApp menjawab agar Media Indonesia menghubungi AKBP Dedy Supriyadi (kasatreskrim). "Masalah teknis ada pada dia," kata Harry.

Sementara saat dihubungi AKBP Dedy Supriyadi sulit ditemui, ditelpon tidak menjawab. Ia hanya menjelaskan via WhatsApp bahwa perkembangan kasus begal tersebut belum ada.

saat disinggung soal keberadaan CCTV di sekitar lokasi kejadian, Dedy juga enggan menjelaskan secara rinci. Ia hanya mengatakan, "Sedang kita pelajari."





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya