Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
AKSI tawuran yang kerap terjadi di kawasan Mal Season City, Tambora, Jakarta Barat, dinilai bukan sebuah kebetulan, apalagi warisan. Bentrok dua kelompok itu ada hubungannya dengan peredaran narkoba.
"Itu diduga hanya kamuflase, (tawuran) hanya mengalihkan perhatian. Saat tawuran terjadi barang (narkoba) beredar," kata Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Hengki Haryadi, di Jakarta, Selasa (10/7).
Modus itu terbongkar saat Polsek Tambora mengamankan 4,2 kilogram sabu dan 4.627 butir ekstasi di salah satu rumah milik AM, tak jauh dari lokasi tawuran.
Saat tawuran terjadi pada Rabu (5/7) sekitar pukul 05.30 WIB, di saat bersamaan ada transaksi yang dilakukan AM ke sejumlah pengecer narkoba di rumahnya yang hanya berjarak 200 meter.
Dua kelompok yang berseteru yakni Geng Liberty Jembatan Besi dan Geng Semeru, dua wilayah yang berbatasan dengan Kali Angke. Sekelompok orang yang diduga kaki tangan AM, memprovokasi kedua geng itu.
Salah satu cara yang dilakukan yakni dengan mencekoki minuman keras ke anggota geng yang masih di bawah umur.
"Pakai miras dikasih. Dipanas-panasi tawuran. Itu cuma pengalihan aja," kata Kapolsek Tambora, Kompol Iverson Manossoh.
Terbukti, dari 17 pelaku yang diamankan, 11 di antaranya di bawah umur.
"Modusnya cukup unik, ini baru kami ungkap. Biasanya hanya 'katanya-katanya'. Tapi ini terjadi saya sendiri terkejut,” tegas Hengki.
Polisi juga mengamankan AT, 34, yang diduga kurir narkoba. Sementara lima orang lainnya, yakni Su, 44, YS, 23, AM, 19, ST, 19, dan DF, 19 yang terlibat tawuran.
"Ada tiga orang positif sabu (YS, AM dan ST). Kemudian, merekalah yang memulai dengan memanas-manasi lawan," kata Iverson.
Sementara AM yang merupakan bandar masih diburu. Residivis kasus narkoba itu kabur saat polisi menggerebek rumahnya.
Wali Kota Jakarta Barat, Rustam Efendi, yang hadir dalam konferensi pers itu, menegaskan, temuan ini tidak bisa ditolerir. Ia berjanji akan membenahi kawasan itu dan mencari solusi terbaik.
"Ini cukup menarik, tawuran yang diselingi transaksi narkoba. Pemkot Jakbar tidak menolerir hal ini," kata Rustam.
Karena itu, pihaknya terus bersinergi dengan jajaran Polres dan Kodim 0503 Jakarta Barat dalam memberantas narkoba. Operasi rutin dilakukan menyisir kawasan dan kampung kampung yang terindikasi narkoba.
Dalam kesempatan itu, Rustam meminta agar masyarakat lebih terbuka dan tidak takut. Menurutnya, informasi sekecil apa pun dari masyarakat akan menjadi informasi penting, karena itu pihaknya akan menelusuri segala informasi yang ada.
Kriminolog Universitas Indonesia, Josias Simon, mengatakan kejadian ini harus menjadi proyek percontohan (pilot project) dari sekian banyak kasus tawuran yang terjadi di Jakarta.
"Memang itu modus lama. Tapi ini yang terpenting adalah pengungkapannya. Polres lain harus mengikuti, jangan diam saja, tapi telusuri setiap tawuran yang terjadi," kata Josias.
Josias menduga, kejadian semacam ini bisa terjadi di kawasan Johar baru Jakarta Pusat, Cipinang Jakarta Timur, dan Manggarai Jakarta Selatan. Sebab, di tempat itu kerap terjadi tawuran.
"Harus ditelusuri untuk membuktikan. Polisi jangan takut kecolongan," ujarnya. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved