Warga Minim yang Menikah di Wilayah Sendiri, Pemkot Bekasi Gelar Pameran

Gana Buana
10/7/2018 15:03
Warga Minim yang Menikah di Wilayah Sendiri, Pemkot Bekasi Gelar Pameran
(Ilustrasi)

PERKEMBANGAN pesat Kota Bekasi nyatanya tidak juga menarik minat warga setempat untuk menyelenggarakan pernikahan di wilayah yang mereka tinggali. Tercatat dalam data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bekasi, angka pertambahan penduduk tidak berbanding lurus dengan jumlah pernikahan yang tercatat di 12 Kantor Urusan Agama (KUA) wilayah setempat.

Aditya Wijaya, 26, salah satu warga Rawalumbu, Kota Bekasi mengaku saat ini pernikahan di Kota Bekasi masih belum semenarik apabila menikah di wilayah Jakarta. Selain mudah dijangkau oleh para rekan kerja, variasi gedung yang disediakan pun menarik.

“Mau cari gedung di Kota Bekasi masih standar, belum lagi jarak tempuh tamu yang datang bakal bikin mereka enggan datang ke acara nikahan kita,” ungkap Aditya, pemuda yang rencananya akan menikah pada akhir 2018 ini, Selasa (10/7).

Menurut Aditya, penyedia vendor paket pernikahan pun akan menerapkan budget lebih untuk membantu acara pernikahan di wilayah Bekasi agar bisa terlaksana. Sebab, vendor-vendor ternama sebagian besar berlokasi di wilayah Jakarta.

“Kalau mereka menyelenggarakan di Bekasi ya tentunya kena biaya tambahan,” kata dia.

Berdasarkan data BPS Kota Bekasi jumlah terakhir penduduk Kota Bekasi pada 2016 tercatat sebanyak 2.803.283 jiwa. Jumlah ini meningkat sekitar 70.043 jiwa. Dengan jumlah ini estimasi pernikahan yang terjadi hingga ada pertumbuhan penduduk tersebut adalah sebanyak 35.000 pasangan.

Namun, di tahun yang sama 12 KUA di Kota Bekasi hanya mencatat pernikahan yang terjadi di wilayah setempay adalah sebanyak 16.504 kali sepanjang tahun. Artinya, jumlah tersebut lebih sedikit dibandingkan dengan estimasi jumlah pasangan menikah di tahun yang sama.

Untuk mendongkrak minat waganya menikah di wilayah sendiri, Pemerintah Kota Bekasi pun menggelar kegiatan pameran pernikahan. Pameran pernikahan ini sudah berlangsung sejak 2015 silam. Bahkan, mulai 2018 ini pemerintah setempat sudah memasukan kegiatan ini ke dalam kegiatan tahunan rutin.

Komisaris CV Aristy Wedding, Ari Widyanngsih mengatakan, warga Kota Bekasi memang masih mengiblat daerah lain untuk menyelenggarakan pernikahan. Padahal, di Kota Bekasi sudah banyak tersedia gedung-gedung serta penyelenggara paket pernikahan yang tidak kalah dengan wilayah Jakarta.

“Bahkan sudah banyak yang menyediakan paket hingga bulan madu,” kata dia.

Untuk itu, pihaknya selaku pengelola acara pameran pernikahan 2018 mengaku juga akan menggandeng beberapa penyedia paker pernikahan yang ada di Jakarta untuk bergabung dalam pameran. Tujuannya, agar warga setempat tidak perlu keluar daerah untuk menikah.

“Acaranya akan terlaksana pada 20-22 Juli ini,” kata dia.

Kepala Dinas Pariwisata, Zarkasi mengatakan, pameran pernikahan ini digelar agar warga sadar untuk cinta kepada Kota Bekasi. Segingga, mereka tidak lagi perlu keluar untuk menyelenggarakan acara pernikahan.

“Gedung dan hotel juga sudah banyak, pameran ini juga upaya meningkatkan potensi wisat yang ada,” tandas dia. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya