PIHAK kepolisian masih mengembangkan penyidikan terhadap kematian Deuheuh, termasuk jaringan prostitusi online yang diduga melibatkan Deudeuh. Kapolsek Tebet Kompol I Ketut Sudarma mengungkapkan pihaknya telah mengidikasikan adanya prostitusi online dalam kasus pembunuhan Deuhdeuh. Melalui akun Twitter dan Facebook milik korban, pihak kepolisian menyimpulkan bahwa korban diduga masuk dalam kegiatan prostitusi online.
"Kalau dilihat dalam akun Twitter dan Facebooknya yang sudah kita tindak lanjuti sementara ini, ya memang terlihat seperti itu," ujarnya. Saat ini pihaknya pun masih mendalami kaitan pembunuhan Deudeuh dengan praktik prostitusi online tersebut. Berdasarkan alat bukti yang ditemukan, menurutnya, pihaknya memang menemukan sperma dan kondom di tempat kejadian. Namun pihaknya masih mendalami apakah korban dibunuh sehabis berhubungan seksual. Termasuk siapa teman laki-laki terakhir yang diketahui bersama Deudeuh.
"Ini yang masih kita dalami, kita kan tidak tahu persis kegiatan keseharian mereka seperti apa. Tapi yang utama kita upayakan pada penangkapan pelakunya," terangnya. Selain itu, pihaknya juga tengah menelusuri adanya pencurian dalam pembunuhan korban. Sebab, berdasarkan keterangan para saksi, diketahui ada barang yang hilang berupa ponsel milik korban. Terkait adanya indikasi pembunuhan berencana, pihaknya tidak dapat menyimpulkannya lebih jauh.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Audie Latuheru menyatakan pihaknya saat ini telah memeriksa 7 orang saksi atas kematian korban. Namun, pihaknya tidak dapat menyebutkan ke 7 saksi tersebut. Pihaknya berencana memeriksa keluarga korban, termasuk memeriksa mantan suami korban.
Pembunuhan wanita cantik dengan mengenaskan itu memang diduga telah direncanakan sebelumnya. Menurut Kompol Ketut Sudarma, kemungkinan adanya pembunuhan terencana masih ditelusuri pihak kepolisian. "Kemungkinan pembunuhan ini direncanakan, kami masih dalami," sebut Sudarma.
Diduga calon tersangka juga sudah mengerucut dua orang dilansir dari 'tamu' terakhir yang berkunjung menemui Deudeuh. "Kemungkinan sudah mengerucut dua orang, kami juga masih dalami dan mengumpulkan saksi-saksi," tuturnya.
Hal ini juga diperkuat dengan barang koban yang hilang di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Ketut mengatakan korban kehilangan dua buah handphone. Deudeuh ditemukan tewas karena kekurangan oksigen akibat kabel catok yang melilit lehernya. Wanita ini ditemukan sekitar pukul 20.00 malam pada Sabtu lalu. Barang bukti yang ditemukan kepolisian dan sedang diselidiki, yakni; kaus kaki, bed cover, kabel, alat kontrasepsi. (Q-1)