Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
JELANG Asian Games 2018, aksi kejahatan jalanan mencuat di Jakarta belakangan ini. Dalam sepekan, dua aksi kejahatan memakan korban menyita perhatian publik. Hal ini membuat gusar Kapolri Jenderal Tito Karnavian, dia mengancam mencopot kepala satuan wilayah (kasatwil) seperti kapolda dan kapolres yang tidak becus menangani kejahatan di wilayah hukumnya.
“Nanti akan kita anev (analisa dan evaluasi) tiap minggu sebagai dasar untuk reward and punishment. Kalau banyak kejadian, tapi tidak terungkap, berarti kapolres, kapoldanya enggak kerja. Akan kita copot nanti, ganti yang lain yang mau kerja,”cetus Tito, di Jakarta, kemarin.
Hal senada diucapkan Wakapolri Komjen Syafrudin. Menurutnya, Polri amat concern dengan street crime, seperti begal, jambret, dan peredaran miras. Penanganan kejahatan itu membutuhkan kehadiran fisik dan investigasi mendalam.
“Street crime kita konsen ya, street crime harus diselesaikan. Masalah street crime itu gampang menyelesaikannya. Tidak memerlukan pikiran, itu hanya memerlukan kehadiran fisik dan investigasi yang lebih luas, lebih mendalam,” ujar Wakapolri.
Sesuai instruksi, katanya, kepala satuan wilayah (kasatwil) seperti kapolres dan kapolda memang harus menghentikan street crime. Jika tidak berhasil mengungkapnya, mereka akan dicopot dari jabatannya.
Direktur Eksekutif, Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Edi Saputra Hasibuan, menanggapi positif petinggi polri.
“Sebab aksi jalanan bisa mencoreng citra Indonesia di dunia bahwa kita tidak aman. Apalagi sebentar lagi ada kegiatan Asian Games. Tindakan tegas terukur harus dilakukan aparat,” ujar Edi.
Klaim
Selama dua hari melakukan operasi begal dan jambret, Polda Metro Jaya mengklaim telah mengungkap 57 kasus begal di Jakarta, dan 39 di antaranya dilakukan penahanan. Operasi tersebut sebagai upaya cipta kondisi (cipkon) sebelum Asian Games.
“Ada 57 kasus yang sudah kita lakukan penangkapan selama dua hari ini. Dari 57 itu, dilakukan penahanan 39,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, kemarin. Dari 39 kasus yang pelakunya ditahan itu terdiri dari jambret, curanmor, dan kejahatan yang menggunakan senjata tajam (sajam).
Namun demikian, sejumlah kasus begal yang mengakibatkan korban tewas dan viral, seperti kasus begal di Cempaka Putih, lalu di Tangerang pada Rabu Malam (4/7) hingga kini belum terungkap. Satu kasus yang menampar muka kepolisian, yakni pembegalan terhadap Renaldi, anak Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo di Jaksel pada 12 Maret lalu belum terungkap (Mal/Gan/TS/J-3).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved