Kejahatan Jalanan Ramai Jelang Asian Games

Akmal Fauzi
05/7/2018 16:30
Kejahatan Jalanan Ramai Jelang Asian Games
(MI/Tosiani )

PERHELATAN Asian Games 2018 tinggal menghitung hari. Di sisi lain, aksi kejahatan jalanan mencuat di Jakarta belakangan ini. Dalam sepekan dua aksi kejahatan memakan korban menyita perhatian publik.

Di Jakarta Barat, aksi perampokan dengan modus ban kempis terjadi menimpa Armedya Dewangga, seorang tenaga ahli di Kantor Staf Presiden (KSP) di kawasan Taman Sari, Jakarta Barat, pada 8 Juni 2018 lalu.

Masih di Jakarta Barat, pada Minggu (24/6) lalu, Dirjen Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Syarief Burhannudin jadi korban penjambretan di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat. Syarief yang saat itu sedang bersepeda terjatuh dan terluka karena mempertahankan tasnya yang dijambret pelaku.

Sepekan setelahnya, Minggu (1/7), Warsilah, 37, penumpang ojek online, terjatuh hingga tewas dari sepeda motor lantaran dijambret di Jalan Ahmad Yani, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Terbaru, Sarifah, 34, tewas ditembak dan ditusuk saat berusaha mempertahankan sepeda motor yang hendak dibegal pada Rabu (4/7) malam, di kawasan Cipondoh, Tangerang.

"Aksi komplotan ini sudah meresahkan. Harus ada tindakan tegas dari polri biar pelaku berpikir untuk melakukan kejahatan," kata Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi), Edi Saputra Hasibuan, di Jakarta, Kamis (5/7).

Ia menambahkan, perilaku begal dan jambret bisa mencoreng citra Indonesia karena dinilai dunia internasional tidak aman. Apalagi sebentar lagi ada kegiatan Asian Games. Jakarta harus steril dari berbagai kejahatan.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, mengancam akan mencopot Kapolda dan Kapolres yang tidak becus menangani kejahatan begal di wilayah hukumnya.

"Nanti akan kita anev (analisis dan evaluasi) tiap minggu sebagai dasar untuk reward and punishment. Kalau banyak kejadian, tapi tidak terungkap, pelaku tidak tertangkap, berarti kapolres, kapoldanya nggak kerja. Akan kita copot nanti, ganti yang lain yang mau kerja," kata Tito

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Idham Azis, telah memerintahkan jajarannya melakukan operasi selama sebulan penuh pada Juli ini. Operasi dilakukan oleh semua unsur, mulai dari Polda hingga tingkat Polsek di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

"Saya sudah perintahkan kepada seluruh kasat serse untuk melakukan razia premanisme ini, baik masalah jambret, begal, kemudian curas. Di terminal, di stasiun, di perempatan-perempatan, pusat-pusat perbelanjaan, untuk menjaga situasi agar Jakarta selalu dalam keadaan aman dan terkendali," kata Idham.

Pihaknya menerjunkan 1.000 personel menggelar operasi kewilayahan untuk menangkap jambret dan begal. Operasi itu digelar mulai 3 Juli sampai 3 Agustus 2018. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya