Untuk Memajukan Industri Peternakan

Pra/S1-25
05/7/2018 08:35
Untuk Memajukan Industri Peternakan
Deputi Bidang Koordinasi Pangan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI Musdhalifah Machmud (ketiga dari kanan) bersama dengan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI I Ketut Diarmita (ketiga dari kiri) me(MI/MOHAMAD IRFAN)

UNTUK yang ke-13 kalinya, PT Napindo Media, dengan dukungan Kementerian Pertanian menghelat pameran bertajuk Indo Livestock 2018 Expo and Forum.

Project Manager PT Napindo Media, Ashatama Devi Ardiatne, mengatakan melalui ajang Indo Livestock pihaknya ingin berkontribusi terhadap pembangunan dan peternakan di Indonesia.

"Kami harap ini bisa menjadi ajang pertemuan bagi seluruh pemangku kepentingan sektor peternakan di seluruh dunia. Dengan demikian, akan ada berbagi pengalaman dan pengetahuan, baik di sisi hulu maupun hilir," ujar Devi di Jakarta, Rabu (4/7).

Ia berharap, pemerintah dan para pelaku usaha dapat mendapatkan manfaat dari digelarnya ajang tahunan yang berlangsung pada 4-6 Juni 2018 tersebut.

Indo Livestock 2018 Expo and Forum tidak hanya menampilkan pameran, tetapi juga menyelenggarakan seminar, workshop, dan forum sebagai upaya mengedukasi masyarakat. Selama pameran, para pengunjung akan disuguhkan dengan 20 seminar peternakan dan perikanan. Sebanyak 111 presentasi tentang produk peternakan serta live demo produk halal.

Tak hanya dalam bentuk seremonial, Indo Livestock 2018 secara rutin menggelar penyuluhan dan sosialiasi tentang peningkatan konsumsi gizi melalui protein hewani susu, daging, telur, dan ikan. Kegiatan itu akan diberikan kepada masyarakat menengah bawah dan daerah-daerah terpencil sebagai upaya mencerdaskan generasi bangsa melalui protein asal hewani.

Indo Livestock 2018 Expo and Forum diikuti 560 perusahaan dari 40 negara, di antaranya Indonesia, Amerika, Belanda, Inggris, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, Tiongkok, dan Turki.

Farmsco, salah satu perusahaan asal Korea Selatan yang ikut ambil bagian dalam pameran tersebut. Marketing Leader Farmsco, Kurniawan Eko Santoso, mengutarakan sangat terbantu dalam memasarkan produk pakan yang mereka jual. Terlebih, perusahaan itu belum enam bulan berada di Tanah Air.

"Keikutsertaan kami di Indo Livestock baru pertama kali, tetapi di hari pertama sudah banyak pembeli potensial yang datang. Karena ini adalah acara pameran untuk sektor peternakan terbesar, saya rasa semua pembeli berkumpul di sini," ujar Kurniawan.

Kendati demikian, ia mengaku pihaknya tidak menetapkan target penjualan selama tiga hari pelaksanaan. "Kami belum punya target karena konsep kami saat ini adalah memperkenalkan dulu produk kami kepada para stakeholder," tuturnya.

Saat ini, Farmsco memiliki pabrik breeding farm di Pandeglang, Banten, dan feed meal di Serang, Banten, dengan kapasitas produksi mencapai 40.000 ton per bulan.

Untuk penjualan dalam lima bulan terakhir, perusahaan tersebut mampu menjual pakan ternak sebesar 33.260 ton. "Pada Mei, kami bisa menjual 10.000 ton. Itu di luar ekspektasi karena capaian penjualan 10.000 ton per bulan baru kami canangkan pada akhir tahun nanti," terangnya.

Kurniawan mengatakan industri peternakan, terutama unggas, dalam negeri masih sangat memiliki potensi besar. Pasalnya, ayam ialah penyuplai protein hewani yang paling murah jika dibandingkan dengan hewan-hewan lain, seperti kambing atau sapi. "Jadi, industri ini masih sangat prospektif dan punya pasar yang besar," tandasnya.

Berbeda dengan Farmsco, Vencomatic Group Company, perusahaan asal Belanda, telah berkali-kali mengikuti pameran Indo Livestock.

Selama pergelaran tahun ini, perusahaan yang bergerak di sektor breeding itu menyebutkan sudah terdapat enam perusahaan yang tertarik untuk membeli produk mekanisasi yang mereka jajakkan. (Pra/S1-25)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya