KEMACETAN lalu lintas di Jakarta hingga kini belum terpecahkan. Berbagai upaya dilakukan, mulai kebijakan penumpang mobil minimal tiga orang, larangan truk masuk tol dalam kota pada jam tertentu, larangan sepeda motor masuk Jalan MH Thamrin, pemberlakuan contra flow, sampai pembangunan tol.
Faktanya, lalu lintas di Ibu Kota tetap macet. Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) atau tol yang melingkari bagian luar Jakarta yang semula diperkirakan bakal menjadi pemecah masalah kemacetan di tol dalam kota, kini lalu lintasnya malah ikut macet.
Tol sepanjang 63 kilometer yang melingkar dari Rorotan, Cilincing, hingga Penjaringan, Jakarta Utara, menuju Bandara Soekarno-Hatta, beberapa bulan terakhir dipadati berbagai jenis kendaraan. Akibatnya kemacetan parah di sejumlah titik, terutama di ruas Cikunir hingga Pondok Indah dan sebaliknya tidak terhindarkan. Kemacetan di ruas itu berlangsung dari pagi hingga malam di dua arah.
Berdasarkan pantauan pada Jumat (20/3) sekitar pukul 07.30 WIB, panjang antrean kendaraan dari arah Tol Cikampek yang akan masuk JORR melalui pintu Tol Cikunir mencapai 1 kilometer dalam tiga baris. Setelah melewati pintu gerbang Cikunir di Km 45, laju kendaraan ke arah Pondok Indah di jam berangkat kantor itu tersendat karena padatnya lalu lintas. Akibatnya, jarak 4 km menuju pintu Jati Asih di Km 41 harus ditempuh dalam waktu 20 menit. Padahal, dalam kondisi normal, jarak Cikunir-Jati Asih hanya 5 menit.
Kemacetan makin parah ketika mencapai Km 33 atau di sekitar pintu Bambu Apus. Hal itu disebabkan beberapa kilometer di depannya merupakan titik pertemuan dengan kendaraan yang masuk dari Tol Jagorawi menuju JORR. Selanjutnya, lalu lintas terus tersendat meski sebagian keluar di pintu Lenteng Agung, Ampera, Fatmawati, maupun Pondok Indah. Arus kendaraan baru lancar setelah melewati pintu Tol Pondok Indah.
Kondisi serupa juga terjadi pada arah sebaliknya. Kendaraan dari arah Penjaringan menuju Cikunir mulai tersendat di Pondok Pinang. Hal itu dipicu banyaknya kendaraan yang keluar menuju kawasan Pondok Indah, Lebak Bulus, dan Kebayoran Baru via Pondok Pinang.
Setelah melewati Pondok Indah, laju kendaraan tetap merayap menuju arah Kampung Rambutan dengan kecepatan tertinggi sekitar 30 km per jam lantaran banyak kendaraan yang akan keluar tol tertahan oleh kemacetan di luar tol, antara lain di pintu keluar Tol Ampera. KemaÂcetan di titik tersebut mulai terlihat sejak ruas Fatmawati.
Penuh truk Saat ini, Tol JORR ruas TB Simatupang tidak hanya ramai dilalui mobil pribadi, tapi juga truk dan mobil pengangkut peti kemas dari arah Merak menuju Tanjung Priok dan Tol Cikampek, serta sebaliknya. Kendaraan besar itu memadati Tol JORR karena menghindari tol dalam kota yang tidak boleh dilalui truk mulai pukul 05.00 hingga 22.00.
Kartana, pengemudi taksi Express, mengatakan di ruas Kampung Rambutan ke arah Pondok Indah, kemacetan terjadi hampir sepanjang waktu, mulai pagi sampai malam hari. "Kalau dari Kampung Rambutan ke Cikunir, (kemacetan parah) paling pagi sama kadang sore. Kalau dari arah sana (Rambutan) enggak cuma di dalam tol. Jalur arterinya juga terus macet mulai dari Pasar Rebo. Apalagi kalau Jumat malam atau Sabtu malam," tuturnya.
Laki-laki yang telah bekerja sebagai sopir taksi sejak 1979 itu mengatakan kemacetan di Tol JORR ruas TB Simatupang bertambah parah empat bulan belakangan. Ia menduga kondisi itu dipicu dibukanya akses menuju ke Merak dan bandara, dengan selesai dibangunnya JORR ruas Ulujami-Simpang Susun Kebon Jeruk.
Kondisi tidak berbeda terjadi pada sore hari atau saat pulang kantor dari arah Kebon Jeruk menuju Cikunir. Pada pukul 17.30, kemacetan terasa menjelang pintu Pondok Pinang atau Km 14. Saat itu, tol didominasi truk besar dan kecil dengan kecepatan maksimal 10 km per jam.
Ruas tol saat itu dipadati empat jalur kendaraan, satu di jalur di antaranya menggunakan bahu jalan yang didominasi mobil pribadi. Tersendatnya lalu lintas membuat waktu tempuh dari Pintu Pondok Pinang hingga pintu Fatmawati menjadi 30 menit. (Gan/Nel/J-2)