Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG gadis bernama Rina Carsina, 21, diduga tewas dibunuh oleh kekasihnya, Aris. Minggu (1/7) kemarin, Rina ditemukan tewas di sebuah gudang kosong tempat penyimpanan kayu di Jalan Meruya Ilir, Kembangan, Jakarta Barat.
Setelah kematiannya, keluarga korban mendapat pesan singkat dari Aris yang mengatakan keberadaan Rina di gudang kosong jika ingin menemukannya. Hal itu diungkapkan Weni, istri dari Ketua RT setempat yang saat itu menemani pihak keluarga membuka gembok gudang untuk mencari jasad Rina
"Kalau sudah ditemukan mayatnya tolong kasih tahu saya. Karena saya mau langsung bunuh diri,” ucap Weni menirukan isi pesan singkat Aris, Senin (2/7).
Secara terpisah, sepupu Rina, Jum Kartini, 33, meyakini adik sepupunya itu dibunuh Aris. Jum mengetahui hubungan asmara Rina dengan Aris sudah lebih dari setahun dan dua pekan lalu putus. Kata Jum, Aris tidak terima putus cinta dengan Rina.
"Dia ngajak balikan tapi Rina menolak. Itu yang ngomong almarhumah sendiri ke saya," ungkap Jum.
Sebelum kejadian, sambung Jum, Rina pamit kepada ayahnya ke ATM (anjungan tunai mandiri) suatu bank. Setelah itu, ia mengetahui Rina hilang dan ditemukan sudah menjadi mayat di gudang kosong tersebut.
"Rina anak pertama dari lima bersaudara. Orangnya pendiam. Dia bekerja sebagai tenaga cleaning service. Si Aris pacarnya, mengaku bekerja sebagai buruh di satu perusahaan otomotif," papar Jum.
Jenazah Rina kemudian dibawa ke RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur. Dari sana jenazah sekitar pukul 01.00, Senin dini hari, dibawa untuk dimakamkan.
"Saya belum tahu, jenazah di visum saja atau diotopsi juga. Yang tahu paman saya (Amin, ayah Rina). Dia yang kesana sama adiknya, Amar, 19. Mereka juga yang membawa jenazah ke Kuningan," ujar Jum.
Sementara, Kapolsek Kembangan, Kompol Supriadi menuturkan isi pesan Aris yang ditujukan ke adik korban, Amar. Aris menunjukkan keberadaan Rina dan menyebut dirinya khilaf.
“Dia WA (WhatsApp) ke adiknya, memberitahu bahwa ‘segera diurus kakaknya. Ini saya khilaf’, gitu,” ujar Supriadi
Namun polisi belum dapat meminta keterangan Aris lantaran usai menghubungi adik korban, dia menghilang.
“Jadi masih dalam proses penyidikan. Walaupun mengarah ke sana, tapi sementara masih diduga ya. Kita masih dalam penyelidikan. Dan dia (Aris) kabur kan,” pungkasnya. (OL-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved