Pemprov DKI akan Bangun 42 SMK dan Tambah Kapasitas Kelas hingga 2022

Nicky Aulia Widadio
30/6/2018 19:55
Pemprov DKI akan Bangun 42 SMK dan Tambah Kapasitas Kelas hingga 2022
(DOK MI/ARYA MANGGALA)

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta akan menambah porsi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jakarta. Hingga 2022, Pemprov DKI akan membangun 42 SMK baru dan menambah kapasitas kelas.

"Kami akan meningkatkan porsi siswa SMK dari 22% menjadi 45% di Jakarta. Dalam periode sampai 2022 akan membangun 42 SMK baru dan menambah kapasitas kelas," ujar Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, di Jakarta Timur, Sabtu (30/6).

Rencana itu, kata Anies, telah tertuang di dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2018-2022. Jurusan yang ada di SMK juga akan lebih dikatikan dengan dunia usaha sebagai wujud implementasi dari revitalisasi SMK. Anies menilai selama ini kurikulum pelajaran di SMK tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan.

Selain itu, Pemprov DKI juga akan membentuk Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) khusus untuk pengelolaan SMK. Untuk permulaan, SMK Negeri 27, SMKN 36 dan SMKN 57 dinyatakan lulus penilaian dan memenuhi persyaratan sebagai SMK yang menerapkan pola pengelolaan keuangan melalui BLUD.

Pada 2018 ini, Pemprov menargetkan 14 SMKN yang akan dikelola dengan BLUD, dan pada 2022 diharapkan seluruh SMK Negeri di Jakarta sudah menerapkan pola pengelolaan keuangan melalui BLUD.

"Jadi harapannya nanti pengelolaan keuangan jauh lebih efisien dibanding sekarang," ujarnya.

Revitalisi SMK merupakan implementasi Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016. Anies menandatangani usulan Inpres tersebut ketika dirinya masih menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya