DKI Dorong Kualitas Pendidikan Lewat Sekolah Asrama

Akmal Fauzi
08/4/2015 00:00
DKI Dorong Kualitas Pendidikan Lewat Sekolah Asrama
(ILUSTRASI--MI/Adam Dwi)
GUBERNUR DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ingin meningkatkan kualitas pendidikan di Jakarta dengan model sekolah asrama. Ia menilai, sekolah asrama bisa mendidik anak seperti pesantren dan memiliki ruang belajar yang lebih baik.

"Ini visinya jelas, kita ingin ada sekolah umum tapi anaknya dilatih seperti anak pesantren, ini cocok dengan program Jakarta. Jadi kita mau siapkan anak-anak dijakarta agar seperti itu," kata Ahok sapaan akrabnya dalam peletakan batu pertama pembangunan asrama siswa Yayasan Pondok Karya Pembangunan (PKP) di Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (8/4).

Dikatakan Ahok, dengan dibangunnya asrama siswa ini, ia berharap anak-anak bisa tinggal dengan sistem pendidikan yang jelas dan teratur. Bahkan, kata Ahok, asrama bisa mengubah perilaku mereka menjadi lebih baik.

"Kita berharap bisa mencetak anak-anak yang pintar disini, dilengkapi dengan ilmu dan akhlak yang benar, yang Islam rahmatan lil'alamin," ujarnya.

Saat ini, kata Ahok, di Jakarta ada 40 persen anak usia 16-18 tahun tidak sekolah karena malas. Selain itu, kendala tranportasi dan lingkungan rumah yang tidak mendukung juga menjadi alasan.

"Kalau kamu punya rumah yang sempit, bagaimana kamu punya waktu belajar yang baik. Kita tidak mungkin memperbaiki rumah yang banyak, Belum lagi transport. Kadang-kadang nurani kan dibentuk dengan kebiasaan lingkungan," terangnya.

Pembangunan sekolah asrama siswa itu rencananya akan mampu menampung hingga 2000 siswa di lahan dengan luas sekitar 18 hektare.

"Ini sebenarnya yang bangun yayasan plat merah (milik pemerintah). Pembangunan asrama akan dibangun dinas perumahan, semua dana APBD," ujarnya

AM Fatwa, anggota DPD DKI Jakarta sekaligus pendiri Yayasan PKP mengatakan, tanah seluas 18 hektare itu merupakan peninggalan monumental saat DKI Jakarta menjadi tuan rumah MTQ tahun 1972.

"Jadi dimulai dari Gubernur Ali Sadikin, menunjuk bangunan seluas 18 hektare ini sebagai peninggalan monumental MTQ nasional tahun 1972 itu. Pak Ali Sadikin punya ide yaitu dinamisasi madrasah, jadi jangan madrasah itu kolot," terang AM Fatwa. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya