Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SUDAH tidak terhitung berapa kali Laode menyeka peluh di keningnya, di tengah impitan penumpang bus Mayasari Bhakti 132 jurusan Bekasi-Lebak Bulus.
Mahasiswa tingkat akhir di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta itu pun pasrah ketika bus yang dia tumpangi hanya merayap selama tiga jam lebih di padatnya ruas JORR (Jakarta Outer Ring Road).
"Pada 2010, waktu tempuh Bekasi-Lebak Bulus tidak sampai 1 jam. Kemacetan di ruas tol dalam kota dan JORR sudah kian mengkhawatirkan. Gara-gara macet saya pernah gagal ikut ujian," keluh Laode.
Lain lagi cerita Leny Cahyani. Sudah setahun pegawai perusahaan swasta di kawasan BSD yang bermukim di Bekasi ini rela memajukan waktu berangkat dan memundurkan jam pulang kerja demi menyiasati ruwetnya kemacetan di ruas tol JORR tersebut. "Saya berangkat sebelum subuh dan pulang di atas pukul 22.00. Saya kapok pernah kena macet 5 jam di ruas JORR."
Oleh karena itu, Laode dan Leny menolak rencana Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama yang mau membangun 6 ruas tol baru tahun ini untuk mencairkan parahnya kemacetan di tol dalam kota dan JORR.
"Saya usulkan, Ahok membangun saja transportasi massal berbasis rel, moda raya terpadu (MRT), dan menambah koridor bus Trans-Jakarta agar orang beralih menaiki moda transportasi umum," ujar Leny.
Keenam ruas tol di wilayah Jakarta dengan panjang 69,77 kilometer (km) dan menelan biaya sekitar Rp42 triliun itu diperkirakan rampung pada 2018. Di keenam ruas tol tersebut akan dipersiapkan pula bus ulang alik untuk mengangkut penumpang dari luar Jakarta (lihat grafik).
Saat menanggapi pembangunan tol baru di Jakarta, Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Danang Parikesit mengakui hal itu tidak menjawab persoalan kemacetan. "Tol itu ialah bagian dari jaringan jalan untuk lalu lintas regional."
MTI pernah menyampaikan hasil studi yang dilakukan PT Pembangunan Jaya pada Mei 2005 bahwa setiap penambahan 1 km jalan raya, termasuk tol di Jakarta, pasti dibarengi laju peningkatan mobil pribadi lebih dari 1.900 unit.
Dengan merujuk data Dinas Perhubungan DKI, saban hari ada sekitar 26 juta kendaraan menuju ke Jakarta. Dari jumlah itu, 98% di antaranya merupakan mobil pribadi.
"Pemilik mobil pribadi sudah memanfaatkan tol sebagai akses utama. Pantas saja kalau macet," ungkap Danang.
Rugi Rp50 triliun
Sektor perekonomian praktis terpukul dengan bencana kemacetan di tol Ibu Kota tersebut. Secara umum, kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago, kerugian yang dialami pengusaha hingga Rp50 triliun per tahun akibat kemacetan tersebut.
"Kerugian itu meliputi nilai waktu, biaya BBM, dan ongkos kesehatan berdasarkan studi yang dilakukan Yayasan Pelangi," jelas Andrinof.
Hasil survei Japan International Cooperation Agency untuk Masterplan Jabodetabek pada 2010 menyebutkan sekitar 30% pendapatan warga Jabodetabek terserap untuk biaya transportasi.
Ke depan, lanjut Andrinof, untuk mengatasi kemacetan di Jakarta harus dirancang solusi komprehensif. "Penambahan ruas jalan termasuk tol harus dibarengi percepatan realisasi angkutan massal untuk wilayah Jabodetabek. Populasi di Bodetabek tumbuh di atas 4% setiap tahun atau tiga kali lipat dari pertumbuhan nasional."
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved