Tiga Paket Rekayasa Lalu Lintas pada Asian Games

Akmal Fauzi
27/6/2018 04:45
Tiga Paket Rekayasa Lalu Lintas pada Asian Games
(ANTARA)

TIGA paket kebijakan rekayasa lalu lintas bakal diuji cobakan pada 2 Juli mendatang. Rekayasa tersebut untuk mendukung Asian Games 2018. Untuk penerapan nomor pelat kendaraan ganjil-genap bakal diperluas dan berlaku setiap hari pada pukul 06.00 hingga 21.00 WIB.

Hal tersebut untuk mempersingkat waktu tempuh atlet dari wisma ke venue maupun antar-venue. Panitia penyelenggara Asian Games menetapkan waktu tempuh itu maksimal 30 menit.

“Jarak tempuh atlet antar-venue tidak boleh lebih dari 30 menit. Catatan Inasgoc yang penting dan sangat dikhawatirkan masalah transportasi. Makanya kami bersama Dinas Transportasi DKI dan kepolisian fokus soal untuk itu,” kata Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kemenhub Bambang Prihartono di Jakarta, kemarin.

Salah satu hal yang dilakukan dengan diperluasnya kebijakan ganjil genap di jalan-jalan arteri DKI Jakarta. Awalnya rekayasa lalu lintas hanya berlaku di Jalan MH Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman, dan Jalan Gatot Subroto.

Kebijakan ganjil genap pun akan diperluas hingga Jalan Benyamin Sueb, Jalan Ahmad Yani, Jalan DI Panjaitan, Jalan S Parman, Jalan Rasuna Said, dan Jalan Metro Pondok Indah. Waktu penerapan ganjil-genap pun diperpanjang hingga 15 jam dalam sehari selama Asian Games 2018. Bambang menyebut hal itu dilakukan bukan semata untuk kelancaran mobilitas atlet, melainkan juga untuk masyarakat.

“Kenapa itu (ganjil-genap) sampai malam? Karena pergerakan mereka (atlet dan transportasi umum) itu anytime, bisa kapan saja. Bukan atlet saja yang kami kawal, kondisi lalu lintas dan masyarakat yang ingin menonton atau suporter juga kami perhatikan. Nah, karena itulah (ganjil-genap) sampai malam hari,” ujar Bambang.

Agar lebih efektif, perluasan ganjil genap juga akan didukung dua kebijakan lain, yakni penyediaan angkutan umum serta pembatasan lalu lintas angkutan barang golongan III-V. Untuk angkutan umum, BPTJ telah meyiapkan penambahan unit bus Trans-Jakarta menuju venue sebanyak 76 unit, 57 bus dari hotel dan mal, 204 bus khusus wilayah terdampak kebijakan, dan 10 unit bus guna keperluan wisata. “Kami fokus mengoptimalkan masyarakat agar menggunakan kendaraan umum, bukan pribadi,” kata Bambang.

Sementara itu, untuk lalu lintas angkutan barang akan dialihkan dari Cawang-Tomang-Pluit dan Tomang-Kembangan, ke Tol Cawang-Tanjung Priok, Tol Pelabuhan, Tol Cawang-TMII dan ruas Tol Cawang-Cikunir.


Tol

Satu kebijakan lainnya ialah buka tutup gerbang tol untuk kendaraan pribadi. “Kami terpaksa melakukan tutup-buka untuk pintu-pintu tol tertentu,” kata Bambang Prihartono.

Jadwal penutupan gerbang tol tersebut akan dibagi menjadi dua tahap, yaitu saat atlet berangkat ke venue pada pukul 06.00-17.00 WIB, serta saat mereka pulang menuju wisma atlet pada pukul 12.00-21.00.

Untuk pukul 06.00-17.00, pintu tol prioritas yang akan ditutup ialah gerbang tol Ancol Barat, Jembatan Tiga 1, Angke 2, Tanjung Duren, Off Ramp Rumah Sakit Harapan Kita, Slipi 2, Podomoro, Rawamangun, Pedati, dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Sementara pukul ­12.00-21.00 pintu tol yang akan ditutup ialah gerbang Gedong Panjang 2, Jembatan Tiga 2, Angke 1, Jelambar 1, Slipi 1, Sunter, Jatinegara, Kebon Nanas, dan TMII. “Itu khusus rute Wisma Atlet Kemayoran, GBK, serta Velodrome Rawamangun dan Cibubur,” kata dia. (Ssr/J-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya