Hari Antinarkoba Internasional Momentum Penyadaran Bahaya Narkoba

Haufan Hasyim Salengke
26/6/2018 14:02
Hari Antinarkoba Internasional Momentum Penyadaran Bahaya Narkoba
(ANTARA/Irwansyah Putra)

DALAM memaknai Hari Antinarkotika Internasional yang jatuh setiap 26 Juni, Badan Narkotika Nasional (BNN) mengajak semua komponen bangsa untuk saling mengingatkan mengenai dampak negatif penyalahgunaan obat-obatan terlarang yang sangat luar biasa.

Kepala Bagian Humas BNN, Kombes Sulistiandriatmoko, mengatakan masyarakat harus memahami bahwa Hari Antinarkotika Internasional adalah hari keprihatinan, bukan momen selebrasi atau perayaan.

"Tapi seharusnya menjadi hari keprihatinan kita bersama. Mengapa? Karena dengan diperingatinya Hari Antinarkotika Internasional sebagai simbol pengejawantahan bahwa penderitaan yang diakibatkan oleh narkoba itu sudah sangat luar biasa di dunia," ujar Sulis kepada Media Indonesia di kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (26/6).

"Orang sakit, meninggal, menjadi kacau hidupnya, menderita, itu akibat narkoba," ia menambahkan.

Sudah seharusnya, Sulis melanjutkan, dampak negatif dan kritstalisasi dari penderitaan yang diakibatkan narkoba membuat masyarakat semakin sadar dan saling mengingatkan.

"Dengan penderitaan yang sebegitu besarnya itu mengapa kita tidak selalu mengingatkan bahwa kita harus menyadari antinorkoba itu menjadi pilihan kita, gitu, makanya ada Hari Antinarkotika Internasional," ujarnya.

"Jadi sekali lagi saya ingin memberikan pernyataan bahwa Hari Antinarkotika Internasional itu lebih kepada ungkapan keprihatinan kita bersama atas penderitaan yang diakibatkan oleh obat+obatan terlarang," kata dia.

Betapa seriusnya masalah ini, jumlah penyalahgunaan narkoba di Indonesia diperkirakan telah mencapai sekitar 3,5 juta orang pada 2017. Angka itu termasuk 1,4 juta adalah pengguna biasa dan hampir satu juta telah menjadi pecandu narkoba.

Selain itu, kurang lebih ada lebih dari 12 ribu kematian terkait narkoba setiap tahun.

BNN mengatakan saat ini obat-obatan ilegal telah mencapai tidak hanya di kota-kota besar, juga di kota-kota dan bahkan desa-desa kecil. Peredaran narkoba merambah ke semua lapisan masyarakat termasuk pekerja dan siswa, pria, wanita, dan anak-anak.

Sulis menekankan, BNN akan terus bekerja semaksimal mungkin untuk mencegah dan memberantas peredaran narkoba di Tanah Air tanpa mengeluhkan kendala yang dihadapi di lapangan.

"Kalau kita mengeluhkan masih minimnya kepedulian dari pihak lembaga pemerintah, kementerian maupun nonkementerian, kemudian keterlibatan lingkungan swasta atau masyarakat dalam rangka pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba-- kalau kita mengeluh saja--kondisi akan semakin parah," kata Sulis.

"Jadi dengan kondisi apapapun yang ada saat ini BNN akan tetap bekerja sekuat tenaga, kita akan tetap berjuang menurunkan angka prevalensi pengguna narkoba dan menghentikan pasokan narkorktika dari luar negeri," pungkasnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya